BIMA — Kompetisi instalasi listrik tingkat provinsi ini mempertemukan SMKN 3 Mataram, SMKN 1 Lombok Timur, SMKN 2 Dompu, dan tuan rumah SMKN 2 Kota Bima. Hari pertama diisi technical meeting untuk menyamakan instrumen penilaian dan standarisasi soal. Hari kedua menjadi panggung pembuktian bagi para siswa merangkai sistem instalasi listrik yang aman dan efisien.
Tantangan teknis yang dihadapi peserta tidak hanya soal penyambungan kabel. Juri juga menilai estetika pemasangan, efisiensi material, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.
Penunjukan Hardiansyah, M.Pd., sebagai juri ahli bukan sekadar pelengkap administratif. Kehadiran akademisi dari STKIP Taman Siswa Bima ini menjadi jembatan antara standar industri dengan teori akademik terbaru. Kepala SMKN 2 Kota Bima menegaskan, pemilihan dewan juri telah melalui pertimbangan ketat berdasarkan kompetensi keilmuan spesifik.
Pihak sekolah menjamin seluruh proses perlombaan berlangsung transparan dan aman. Setiap juri telah menandatangani pakta integritas sebagai komitmen objektivitas penilaian.
Ketua STKIP Taman Siswa Bima menyatakan dukungan penuh terhadap keterlibatan dosen mereka dalam kancah profesional tingkat provinsi. Partisipasi ini dipandang sebagai bentuk pengabdian nyata akademisi dalam mengawal kualitas pendidikan vokasi. Sekaligus membuktikan institusi pendidikan tinggi di Bima memiliki kapabilitas yang diakui secara regional.
Bagi para siswa, kemenangan di level ini adalah tiket emas untuk membawa nama NTB ke panggung nasional. Antusiasme perwakilan dari Mataram, Lombok Timur, dan Dompu mencerminkan tingginya prestise kompetisi ini.
Berakhirnya kompetisi pada 20 Mei 2026 akan ditandai dengan penetapan juara berdasarkan akumulasi skor objektif dari tim juri. Hasil seleksi di SMKN 2 Kota Bima ini akan menjadi laporan final bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB. Laporan tersebut digunakan untuk mempersiapkan langkah pembinaan lanjutan menuju ajang nasional mendatang.
Kolaborasi antara sekolah menengah kejuruan dan akademisi perguruan tinggi ini memberikan sinyal positif bagi penguatan ekosistem tenaga kerja. Penilaian yang berbasis integritas dan keahlian lintas sektor memastikan proses seleksi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya serius mencetak teknisi listrik andal yang siap bersaing di kancah lebih luas.