NUSA TENGGARA BARAT — Antonelli menuntaskan 78 lap dengan catatan waktu 2 jam 23 menit 31,243 detik. Ia unggul atas Lewis Hamilton (Ferrari) yang finis di posisi kedua dan Isack Hadjar (Red Bull Racing) di posisi ketiga. Start dari posisi terdepan, Antonelli mampu menjaga ritme meski terus ditekan oleh Hamilton, pembalap kawakan yang kini membela Ferrari.
Ini adalah gelar juara kelima Antonelli dari enam seri F1 yang sudah berlangsung musim ini. Satu-satunya seri yang tidak ia menangkan adalah GP Australia pada 8 Maret 2026. Konsistensi ini membuatnya mengoleksi 156 poin, unggul 66 poin dari pesaing terdekatnya di klasemen.
Posisi kedua klasemen sementara dipegang Lewis Hamilton dengan 90 poin, disusul George Russell (Mercedes) di urutan ketiga dengan 88 poin. Meski musim masih panjang, keunggulan poin Antonelli mulai sulit dikejar jika ia terus tampil konsisten.
Musim lalu, Antonelli bahkan tidak masuk lima besar klasemen akhir. Saat itu, persaingan puncak didominasi oleh Max Verstappen, Lando Norris, dan Oscar Piastri. Kini, Mercedes akhirnya kembali merajai F1, bukan melalui George Russell, melainkan melalui bocah 19 tahun asal Italia itu.
Kemenangan di Monaco juga menjadi sinyal bahwa proyek jangka panjang Mercedes bersama Antonelli mulai membuahkan hasil. Tim yang sempat terpuruk di era dominasi Red Bull Racing dan McLaren kini kembali kompetitif.
Seri F1 2026 berikutnya akan berlangsung di Barcelona, Spanyol, pada Minggu (14/6). Sirkuit Catalunya dikenal sebagai trek yang menguji aerodinamika dan manajemen ban, dua aspek yang selama ini menjadi kelemahan Mercedes di musim-musim sebelumnya.
Jika Antonelli kembali menang di Barcelona, ia tidak hanya akan memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya, tetapi juga makin mengukuhkan diri sebagai kandidat terkuat juara dunia musim ini.