Pemprov NTB Targetkan Indeks Satu Data Indonesia Kategori Sangat Baik di 2026, Ini Strateginya

Penulis: Uki Damayanti  •  Kamis, 11 Juni 2026 | 20:41:01 WIB
Pemprov NTB fokus meningkatkan Indeks Satu Data Indonesia menjadi kategori Sangat Baik pada 2026.

MATARAM — Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik) bersama Bappeda menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat implementasi Satu Data Indonesia. Targetnya, nilai Indeks SDI bisa menembus angka 90 pada penilaian tahun depan, naik dari capaian 75,85 yang diraih saat ini.

Lompatan Nilai dari 53 ke 75 dalam Satu Periode

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah. “Penilaian Satu Data Indonesia bukan sekadar menilai banyaknya data yang dimiliki daerah. Yang dinilai adalah bagaimana data itu dikelola, didokumentasikan, memiliki standar yang jelas, mudah dibagipakaikan, dan benar-benar digunakan dalam pengambilan kebijakan,” ujarnya dalam rapat di Mataram, Kamis (11/6/2026).

Data Geospasial Jadi Fokus Perbaikan

Meski sebagian besar aspek telah menunjukkan hasil baik, masih ada celah yang perlu diperkuat. Sekretariat Forum Satu Data NTB, Dr. Suryani Eka Wijaya, menyebut perencanaan data dan pemeriksaan data, terutama penyempurnaan standar data geospasial dan metadata, menjadi prioritas perbaikan.

Bappeda NTB tercatat telah memetakan sedikitnya 155 peta tematik yang mendukung pembangunan daerah. Penanggung Jawab Data Geospasial NTB, Tribhuana Tungga Dewi, ST, M.Si, menjelaskan bahwa sebagian peta telah terintegrasi ke dalam Portal NTB Satu Data dan platform Desa Berdaya. Data ini mencakup sektor pertanian, pariwisata, pendidikan, kesehatan, hingga kebencanaan.

Dukung Kebijakan Berbasis Bukti Gubernur NTB

Penguatan tata kelola data disebut sejalan dengan arahan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, yang menekankan pentingnya kebijakan berbasis fakta. “Pak Gubernur menaruh perhatian besar terhadap penguatan tata kelola data karena seluruh kebijakan pembangunan harus berbasis fakta dan kebutuhan riil masyarakat,” kata Ahsanul Khalik.

Data yang terintegrasi akan membantu pemerintah menentukan lokasi prioritas penanganan kemiskinan, memperkuat ketahanan pangan, hingga mendukung transformasi digital pemerintahan. Kepala Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfotik NTB, Yasrul, menambahkan bahwa capaian Indeks SDI juga berkontribusi terhadap penilaian Pemerintahan Digital (Pemdi).

Pembentukan Tim Manajemen Data Spasial

Untuk mencapai target kategori Sangat Baik, Pemprov NTB tengah menyiapkan penguatan kelembagaan. Salah satu langkah strategis adalah pembentukan Tim Manajemen Data Spasial tingkat provinsi serta penyusunan sejumlah regulasi pendukung tata kelola data.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar memperoleh nilai tinggi. Yang terpenting adalah menghadirkan data yang akurat, terintegrasi, dan dapat dipercaya sebagai fondasi pembangunan NTB yang lebih maju, efektif, dan tepat sasaran,” pungkas Ahsanul Khalik.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: globalfmlombok.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top