Pemprov NTB Targetkan Pesawat Amfibi di Bendungan Batujai Lombok Tengah Beroperasi Akhir Juli 2026

Penulis: Zaki Mubarak  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 12:58:01 WIB
Pemprov NTB menargetkan pesawat amfibi di Bendungan Batujai beroperasi akhir Juli 2026.

LOMBOK TENGAH — Pemerintah Provinsi NTB terus mengejar target operasional pesawat amfibi di Bendungan Batujai, Lombok Tengah, yang direncanakan menjadi hub baru bagi wisatawan premium menuju destinasi unggulan di Pulau Lombok. Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, menyebutkan bahwa seluruh proses perizinan tengah diurus secara paralel, termasuk izin penerbangan dari Kementerian Perhubungan dan izin pemanfaatan kawasan bendungan dari Balai Wilayah Sungai (BWS).

Mengapa Proses Perizinan Butuh Waktu Hingga 2026?

Ervan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memaksakan percepatan operasional sebelum seluruh dokumen legalitas dinyatakan rampung. Proses pengurusan izin dilakukan serempak di dua provinsi, yaitu NTB yang menjadi pangkalan operasi dan Bali yang menjadi salah satu titik lepas landas pesawat.

"Kami tidak bisa memaksa karena harus legalitasnya terpenuhi dulu. Semua sedang berproses secara simultan, baik bendungannya maupun perizinannya," ujar Ervan, Kamis (11/6/2026).

Rute dan Target Operasional Pesawat Amfibi

Moda transportasi udara ini disiapkan khusus untuk memanjakan turis mancanegara maupun domestik menuju sejumlah destinasi unggulan di Bumi Gora. Dengan mendarat di permukaan air Bendungan Batujai, pesawat amfibi diharapkan menjadi daya tarik baru dan memangkas waktu tempuh menuju lokasi wisata yang selama ini hanya bisa diakses melalui jalur darat.

"Sedang mengurus perizinan. Mudah-mudahan targetnya akhir Juli atau awal Agustus sudah bisa berjalan," kata Ervan.

Pemerintah daerah optimistis operasional sea plane ini akan mendongkrak kunjungan wisatawan, khususnya segmen pasar kelas atas yang mencari pengalaman perjalanan eksklusif. Bendungan Batujai sendiri dinilai memiliki kondisi perairan yang memadai untuk dijadikan landasan pacu pesawat amfibi.

Apa Saja yang Masih Dikejar?

Hingga saat ini, setidaknya ada dua izin utama yang masih dalam proses penyelesaian. Pertama, izin penerbangan dari Kementerian Perhubungan yang mengatur rute, keselamatan, dan regulasi operasional pesawat. Kedua, izin pemanfaatan kawasan Bendungan Batujai dari Balai Wilayah Sungai yang memastikan operasional pesawat tidak mengganggu fungsi utama bendungan sebagai sumber irigasi dan pengendali banjir.

Dengan seluruh proses yang berjalan secara simultan, Pemprov NTB berharap tidak ada lagi hambatan berarti setelah izin-izin tersebut terbit. Jika sesuai jadwal, wisatawan sudah bisa menikmati layanan sea plane dari Bendungan Batujai mulai akhir Juli atau awal Agustus 2026.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top