MATARAM — Pemerintah Provinsi NTB tidak hanya berhenti pada wacana. Langkah konkret telah dimulai dengan proyek riset AI in Healthcare hasil kolaborasi antara pemerintah Indonesia dan Australia. Fokus utama proyek ini adalah deteksi dini risiko kesehatan pada ibu hamil dan anak, yang selama ini menjadi tantangan di daerah kepulauan.
Teknologi akal imitasi ini dirancang untuk membantu kader kesehatan di lapangan mempercepat pendataan dan meningkatkan akurasi informasi. Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri menekankan bahwa inovasi ini bukan sekadar gimik, melainkan kebutuhan mendesak di tengah keterbatasan tenaga dokter spesialis di daerah terpencil.
"Transformasi kesehatan digital adalah keniscayaan," ujar Indah dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa pemanfaatan data akurat akan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan memperkuat keselamatan pasien.
Menurut Indah, transformasi kesehatan tidak boleh hanya dimaknai sebagai adopsi perangkat digital semata. Lebih dari itu, perubahan ini harus menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, lebih aman, lebih manusiawi, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat NTB.
Ia menegaskan bahwa pembangunan kesehatan bukan kompetisi antar fasilitas kesehatan, melainkan kerja kolektif. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, organisasi profesi, dan masyarakat menjadi syarat mutlak agar layanan digital bisa menjangkau semua lapisan.
Langkah ini sejalan dengan visi besar NTB Makmur Mendunia yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan. Pemerintah Provinsi NTB optimistis potensi daerah dan kekayaan budaya lokal bisa menjadi kekuatan pendorong transformasi.
Ke depan, Pemprov NTB akan terus mendorong pemanfaatan teknologi digital secara maksimal. Mulai dari pendataan hingga deteksi dini, semua diarahkan untuk menciptakan sistem kesehatan yang inklusif dan adaptif terhadap tantangan global.