SUMBAWA — Bantuan itu diterima oleh para santri yang tengah menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi. Manager PLN UP3 Sumbawa, Firman Sulistyawan, menyebut pendidikan sebagai investasi terbaik untuk masa depan bangsa.
“Melalui penyaluran dana zakat ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi para santri dhuafa yang sedang berjuang menuntut ilmu,” ujar Firman dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu.
Program ini tidak hanya berhenti pada bantuan tunai. General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa kegiatan tersebut selaras dengan komitmen perusahaan untuk menghadirkan kontribusi sosial yang berdampak, bukan sekadar layanan kelistrikan yang andal.
“PLN meyakini bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan masa depan yang lebih baik. Melalui YBM PLN, kami berupaya memastikan manfaat zakat yang dihimpun dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat yang membutuhkan, termasuk para santri dhuafa,” kata Sri Heny.
YBM PLN UP3 Sumbawa mengelola dana zakat, infak, dan sedekah dari para pegawai. Penyaluran kali ini menyasar lima santri di Pondok Pesantren Hidayatullah. Total dana yang digelontorkan mencapai Rp2,5 juta.
Ke depan, YBM berencana memperluas jangkauan program ke sektor kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Semua program dikelola secara transparan agar tepat sasaran.
Bantuan ini diharapkan meringankan beban ekonomi keluarga santri. Firman menambahkan, pendidikan adalah kunci untuk menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di Nusa Tenggara Barat.
“Semoga bantuan ini membawa keberkahan bagi para penerima maupun para muzaki yang telah menunaikan zakatnya melalui YBM PLN,” tutup Firman.