NUSA TENGGARA BARAT — Setelah menang tipis 1-0 atas Haiti, Skotlandia kini bersiap menghadapi juara Afrika, Maroko, yang juga semifinalis Piala Dunia 2022. Laga di Boston ini menjadi penentu peluang Steve Clarke membawa timnya lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Kemenangan atas Haiti memang wajib, tapi satu poin tambahan dari Maroki akan menjadi "gold dust" bagi Skotlandia. Dengan Brasil menunggu di laga terakhir, finis di posisi ketiga dengan tiga poin adalah posisi yang sangat genting.
Seorang suporter Skotlandia, Craig Ward, mengirimkan analisis taktis ke redaksi: "Kami harus duduk dalam, dua gelandang bertahan, dan McTominay siap turun menjadi bek kelima. Gannon-Doak jadi jalur serangan balik."
Di luar hiruk-pikuk Piala Dunia, Le Havre mengumumkan Demba Ba sebagai direktur olahraga baru. Pria 41 tahun yang pernah membela West Ham, Newcastle, dan Chelsea itu datang dari Dunkerque, di mana ia menjabat wakil presiden selama tiga tahun terakhir.
Ia menggantikan Mathieu Bodmer yang hengkang ke Caen—klub milik Kylian Mbappé—pada malam sebelum laga pamungkas musim lalu. Le Havre finis di peringkat 14 Ligue 1.
Analisis Guardian terhadap 24 pertandingan pertama Piala Dunia menemukan dua laga dimainkan dalam kondisi panas "severe heat". Arab Saudi vs Uruguay di Miami menjadi yang terparah, disusul Swedia vs Tunisia di Monterrey. Kedua laga itu digelar di suhu basah 28°C—ambang batas yang menurut serikat pemain sepak bola seharusnya memicu penundaan pertandingan.
Setelah kemenangan perdana atas Kroasia, diskusi soal starting XI Thomas Tuchel mulai mengemuka. Marcus Rashford dianggap layak menggantikan Anthony Gordon setelah tampil lebih impresif dalam waktu singkat. Namun, lini belakang menjadi kekhawatiran utama: duet Ezri Konsa dan John Stones tidak bersinar, sementara Marc Guéhi—yang sebenarnya di atas Stones di hierarki Manchester City—masih duduk di bangku cadangan.
Tuchel juga diperkirakan akan terus mengatur menit bermain Bukayo Saka selama fase grup. Noni Madueke yang tampil apik kemungkinan besar tetap dipertahankan.
Brasil akan menghadapi Haiti di laga kedua grup. Meski di atas kertas tim Samba diunggulkan, Haiti hanya kalah 0-1 dari Skotlandia dan menunjukkan perkembangan sebagai tim. Wilson Isidor, striker Sunderland yang menjadi motor serangan, bisa menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Brasil.
Ed Aarns dari Guardian mewawancarai penggemar Inggris yang berbondong-bondong ke AS. "Saya takut lihat saldo rekening setiap pagi. Enam bir tadi malam tembus 100 dolar. Tapi suasananya luar biasa," kata seorang suporter. Ia mengaku harus pulang kerja untuk membayar utang perjalanan.