MATARAM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menggandeng PT Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk menghadirkan skema pembiayaan kendaraan listrik bagi masyarakat. Program ini merupakan bagian dari percepatan transisi energi hijau yang menjadi salah satu misi utama Gubernur NTB.
Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair, menyebut kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi kunci dalam mewujudkan ekosistem kendaraan rendah emisi di daerah. Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan BSI yang dinilainya sejalan dengan visi pemerintah provinsi.
“Apa yang disampaikan Pak Gubernur tentang misi energi hijau ternyata didukung oleh BSI. Tentu kami berterima kasih, ini luar biasa,” ujar Abul usai membuka pameran mobil dan motor listrik di halaman Kantor Gubernur NTB, Sabtu (20/6/2026).
Melalui produk BSI OTO, masyarakat NTB dapat mengakses pembiayaan kendaraan listrik dengan skema syariah. Cicilan bersifat tetap dan jumlah angsuran tidak berubah selama masa pembiayaan, sehingga memberikan kepastian bagi konsumen.
Menurut Abul, kehadiran fasilitas ini menjawab salah satu hambatan utama dalam adopsi kendaraan listrik di masyarakat, yakni kemampuan finansial. “Kalau tidak ada bantuan perbankan mungkin bisa agak memberatkan masyarakat. Hari ini menunjukkan kolaborasi yang bagus, pemerintah, industri, dan perbankan memang diperlukan,” katanya.
Area Manager BSI Area Denpasar Bali Nusra, Tito Indratno, mengatakan program ini merupakan langkah perdana BSI di wilayah kerja Bali Nusra. Pihaknya menargetkan perluasan penggunaan mobil listrik di Lombok secara bertahap.
“Kami punya misi memperluas pengguna mobil listrik atau EV car di wilayah Lombok khususnya. Ini merupakan kegiatan pertama di wilayah kerja Bali Nusra,” ujar Tito.
Ia menambahkan, dukungan terhadap kendaraan listrik sejalan dengan komitmen BSI dalam program pemerintah mengurangi emisi karbon. “Kami sadar kondisi BBM sekarang naik luar biasa, sehingga kendaraan listrik menjadi salah satu solusi,” katanya.
BSI menggandeng mitra MUF Syariah dalam program ini. Masyarakat yang hadir dalam pameran juga mendapat sejumlah insentif, mulai dari pengurangan biaya administrasi hingga hadiah berupa tabungan haji, umrah, dan emas.
Pemprov NTB berharap keterlibatan swasta dan lembaga keuangan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik di daerah. Selain menekan emisi, penggunaan kendaraan listrik dinilai memberikan efisiensi biaya operasional bagi masyarakat.
Ke depan, BSI berencana memperluas kegiatan edukasi kendaraan listrik serta menjalin kerja sama dengan lebih banyak dealer. Targetnya, harga dan skema pembiayaan yang ditawarkan semakin kompetitif bagi masyarakat NTB.