NUSA TENGGARA BARAT — JUDUL: Bulog Siap Serap Hasil Panen Petani dan Perkuat Cadangan Pangan, Target Swasembada Berkelanjutan Ditegaskan di Penas Gorontalo LEAD: Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk mendukung program swasembada pangan berkelanjutan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di ajang Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Senin (19/5). Langkah ini menjadi krusial di tengah target pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional lewat optimalisasi penyerapan hasil produksi dalam negeri.
Penas XVII yang berlangsung di Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Toni, Limboto, bukan sekadar seremoni. Acara yang dihadiri langsung Presiden Prabowo ini mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, akademisi, hingga pelaku usaha dari seluruh Indonesia. Bagi Bulog, forum ini menjadi panggung untuk memperkuat sinergi dengan para produsen pangan di tingkat tapak.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut momentum ini sebagai ajang strategis. "Penas 2026 menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pelaku sektor pangan Indonesia. Bulog siap menjalankan peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan, menyerap hasil produksi petani secara optimal, serta memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah," ujar Rizal dalam keterangan resminya.
Sebagai operator pangan pemerintah, Bulog memiliki tiga program utama yang saling terkait. Pertama, penyerapan hasil panen petani agar harga gabah tidak jatuh saat musim panen raya. Kedua, pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang volumenya terus diperkuat. Ketiga, operasi pasar untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan di tingkat konsumen.
Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan ketahanan pangan adalah fondasi utama kedaulatan bangsa. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa kerja Bulog tidak bisa setengah-setengah, terutama dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan kebutuhan masyarakat.
Bagi para petani di daerah sentra produksi seperti Gorontalo, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan, komitmen Bulog untuk menyerap hasil panen menjadi jaminan harga yang lebih stabil. Selama ini, keluhan utama petani adalah anjloknya harga saat panen raya karena tengkulak bermain. Dengan adanya Bulog sebagai pembeli terakhir, risiko kerugian petani bisa ditekan.