Tokenisasi Saham Global Resmi Meluncur, Investor Indonesia Kini Bisa Beli Nvidia dan SpaceX Lewat Tokocrypto

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 09:43:01 WIB
Tokocrypto luncurkan Tokenized Stocks, memungkinkan beli saham global seperti Nvidia dan SpaceX lewat token kripto.

NUSA TENGGARA BARAT — Tokocrypto resmi mengumumkan peluncuran Tokenized Stocks, produk yang memungkinkan investor di Indonesia membeli eksposur terhadap saham perusahaan global terdaftar di bursa Amerika Serikat. Emiten yang masuk dalam daftar perdana antara lain raksasa semikonduktor Nvidia, perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, serta produsen chip memori Micron Technology. Produk ini tersedia dalam bentuk token kripto yang nilainya dipatok 1:1 dengan harga saham asli di pasar modal AS.

Akses ke Saham AS Tanpa Rekening Luar Negeri

Sebelumnya, investor Indonesia yang ingin membeli saham Nvidia atau SpaceX harus membuka rekening di sekuritas asing atau membeli reksa dana berbasis luar negeri. Melalui tokenisasi, Tokocrypto menghilangkan hambatan administratif tersebut. Cukup dengan akun di bursa kripto lokal, investor bisa membeli pecahan saham (fraksional) mulai dari nilai kecil.

Produk ini menggunakan teknologi blockchain untuk menerbitkan token yang mewakili saham yang disimpan di kustodian mitra Tokocrypto di luar negeri. Setiap token didukung oleh saham fisik yang dibeli dan disimpan oleh pihak ketiga, sehingga klaim kepemilikan pengguna bersifat legal.

Daftar Saham dan Potensi Risiko yang Melekat

  • Nvidia (NVDA): perusahaan semikonduktor dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$2 triliun, menjadi tulang punggung industri AI global.
  • SpaceX: perusahaan roket dan satelit milik Elon Musk yang belum tercatat di bursa publik, sehingga tokenisasinya didasarkan pada valuasi di pasar sekunder.
  • Micron Technology (MU): produsen memori DRAM dan NAND yang kinerjanya terkait erat dengan siklus industri chip.

Meski demikian, produk ini memiliki risiko yang berbeda dari saham biasa. Fluktuasi harga token bisa dipengaruhi oleh likuiditas pasar kripto yang lebih tipis dibanding bursa saham utama. Selain itu, investor tidak mendapatkan hak suara dalam RUPS seperti pemegang saham langsung.

Dampak bagi Pasar Aset Digital dan Regulasi

Langkah Tokocrypto ini sejalan dengan upaya bursa kripto lokal untuk memperluas utilitas aset digital di luar sekadar spekulasi harga. Namun, produk tokenized stocks masih berada di area abu-abu regulasi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bappebti belum mengeluarkan aturan spesifik yang mengikat produk ini, meskipun Tokocrypto mengklaim telah berkoordinasi dengan regulator.

Bagi investor, produk ini menawarkan diversifikasi ke pasar global tanpa harus keluar dari ekosistem aset digital. Namun, edukasi tentang perbedaan mekanisme kliring dan penyelesaian transaksi antara saham tokenisasi dan saham konvensional menjadi krusial. Biaya tersembunyi seperti spread jual-beli dan biaya kustodian tahunan juga perlu dicermati sebelum membuka posisi.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top