AKBP Mellysa Amalia Resmi Jadi Kapolres Perempuan Pertama di Lombok Barat, Siap Bawa Warna Baru

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 14:37:01 WIB
AKBP Mellysa Amalia resmi menjabat sebagai Kapolres Lombok Barat, perempuan pertama yang memimpin polres tersebut.

LOBAR — Tongkat komando Kepolisian Resor Lombok Barat resmi berpindah ke tangan seorang perwira wanita untuk pertama kalinya. AKBP Mellysa Amalia, lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006, kini memimpin polres yang membawahi kawasan wisata Senggigi dan 15 kecamatan di Kabupaten Lombok Barat.

Ia menggantikan AKBP Yasmara Harahap yang mendapat penugasan baru sebagai Kepala Bagian Pembinaan Karier (Kabag Bimkar) di Polda Nusa Tenggara Barat. Serah terima jabatan digelar di Mapolres Lobar, menandai babak baru kepemimpinan di tubuh kepolisian daerah setempat.

Jejak Karier: Dari Kasat Lantas di Tiga Polres Jawa Timur

Sebelum bertugas di Lombok, Mellysa bukan wajah baru di jajaran kepolisian. Ia memiliki pengalaman panjang di bidang lalu lintas, pernah menjabat sebagai Kasat Lantas di tiga Polres berbeda di Jawa Timur: Polres Probolinggo Kota, Polres Jombang, dan Polres Pasuruan.

Terakhir, ia dipercaya menjabat sebagai Kabagdiklat di Pusdik Sabhara Lemdiklat Polri. Kombinasi pengalaman operasional di lapangan dan pendidikan ini menjadi modal utama bagi Polwan berjilbab tersebut untuk memimpin Polres Lobar.

Komitmen: Melayani dengan Hati dan Hadirkan Solusi

Di sela-sela acara pisah sambut, Mellysa menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan institusi Polri. Ia tidak ingin menyia-nyiakan amanah sebagai kapolres perempuan pertama di Lombok.

“Tentunya akan membawa warna yang lebih baik lagi untuk melayani masyarakat, lebih profesional, berintegritas. Kami hadir lebih bermanfaat, berwibawa, hadir membawa solusi, dan melayani dengan hati,” tegasnya kepada awak media di Mapolres Lobar.

Strategi Awal: Pelajari Wilayah hingga Kawasan Senggigi

Mellysa mengaku sudah mempelajari peta wilayah Lombok Barat, termasuk jumlah kecamatan dan potensi daerah. Perhatian khusus diberikan pada kawasan Senggigi yang menjadi andalan pariwisata Lobar dan rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ia menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga kondusivitas wilayah. “Tentu saja saya tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan dari instansi terkait dan seluruh warga Lombok Barat agar bisa maksimal lagi dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: radarmandalika.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top