Inovasi Pupuk Organik SONIK Buatan Pemuda Desa Sondo Bima Diapresiasi Bupati, Jadi Solusi Harga Pupuk Kimia Mahal

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 11:01:01 WIB
Inovator muda Desa Sondo, Salahudin, menunjukkan pupuk organik cair SONIK yang dipamerkan dalam program Selasa Menyapa di Lapangan Desa Sondo, Selasa (28/7/2026) malam.

BIMA — Seorang warga Desa Sondo, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, bernama Salahudin, memperkenalkan pupuk organik cair hasil inovasinya yang diberi nama Sondo Organik (SONIK). Produk ini dipamerkan di hadapan jajaran Pemkab Bima dan ratusan warga dalam program Selasa Menyapa di Lapangan Desa Sondo, Selasa (28/7/2026) malam.

Inovasi ini berawal dari keresahan warga Desa Sondo dan Nonto Tera terhadap lonjakan harga pupuk kimia. Salahudin meracik SONIK dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang melimpah dan terjangkau untuk menekan biaya produksi petani.

Hasil Uji Coba Terbukti Dongkrak Produktivitas

Salahudin mengklaim, setelah melalui serangkaian uji coba, pupuk SONIK terbukti mampu mendongkrak hasil panen sekaligus menjaga kualitasnya. Menurutnya, kunci dari inovasi ini adalah kemauan untuk memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar, tanpa harus bergantung pada pupuk kimia yang harganya terus meroket.

“Kuncinya ada pada kemauan memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita. Pupuk SONIK ini membuktikan bahwa kita tak perlu terus bergantung pada pupuk kimia yang makin mahal,” tegas Salahudin di hadapan peserta acara.

Apresiasi Langsung dari Bupati Bima

Bupati Bima Ady Mahyudi yang hadir langsung dalam acara tersebut menyebut inovasi seperti SONIK adalah alasan utama jajarannya rutin turun ke desa. Menurutnya, kehadiran pemda bukan sekadar seremonial, melainkan untuk memastikan setiap karya warga mendapat dukungan nyata dari dinas terkait.

“Inovasi pemuda seperti ini yang kita butuhkan. Kehadiran kami di sini bukan sekadar seremonial. Tetapi untuk memastikan karya warga mendapatkan panggung dan dukungan nyata dari dinas terkait,” ujar Ady.

Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy menambahkan bahwa program Selasa Menyapa memang difokuskan untuk menyelesaikan masalah riil di tingkat akar rumput. Ia menekankan bahwa pelayanan publik dan solusi ekonomi harus dijemput, bukan ditunggu.

“Jadi, kami datang memenuhi janji untuk membawa pelayanan publik dan solusi ekonomi langsung ke titik terbawah. Bukan menunggu warga yang datang ke kantor bupati,” kata Irfan.

Rangkaian Kegiatan dan Dampak ke Depan

Acara Selasa Menyapa di Desa Sondo juga dirangkaikan dengan Bazar UMKM, penyerahan bantuan sosial, bantuan pangan, serta alat bantu bagi warga disabilitas. Pemkab Bima menilai terobosan pupuk SONIK menjadi bukti bahwa gagasan besar untuk memajukan pertanian justru lahir dari sudut-sudut desa.

Melalui program rutin ini, Pemkab Bima berkomitmen merangkul inovasi lokal sekaligus memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran. Pembangunan desa diharapkan terus berjalan dari hasil karya masyarakatnya sendiri.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top