Pandora Plus Rp 80 Ribu per Bulan, Langganan Musik Tanpa Iklan yang Fokus pada Penemuan Lagu Baru

Penulis: Wendra Kusuma  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 06:51:31 WIB
Pandora Plus ditawarkan seharga Rp 80 ribu per bulan sebagai layanan streaming musik tanpa iklan yang berfokus pada penemuan lagu baru.

NUSA TENGGARA BARAT — Pandora memang bukan nama asing di industri streaming musik, tapi posisinya kerap terbayangi oleh Spotify, Apple Music, hingga YouTube Music. Bagi pengguna yang merasa rekomendasi Spotify terlalu monoton—sering memutar lagu yang itu-itu saja—Pandora Plus menawarkan pendekatan berbeda. Alih-alih sekadar memutar ulang lagu favorit, layanan ini dirancang untuk memperluas wawasan bermusik penggunanya.

Keunggulan Utama: Algoritma yang Justru "Mengganggu" Zona Nyaman

Fitur andalan Pandora adalah Music Genome Project, sebuah proyek besar yang menganalisis karakteristik musik untuk mencocokkan selera pendengar dengan lagu baru. Setelah dicoba selama beberapa pekan, fokus pada penemuan lagu ini terbukti menjadi nilai jual utama layanan tersebut.

Pengguna bisa membuat "stasiun" berdasarkan artis atau genre, lalu menyetel preferensi seperti Discovery, Deep Cuts, atau Newly Released. Interaksi dengan algoritma juga lebih intensif lewat tombol thumbs up dan thumbs down yang tersedia di setiap lagu.

Sistem ini memungkinkan personalisasi yang lebih dalam. Sebagai contoh, stasiun yang dibuat dari lagu Norah Jones bisa diarahkan ke nuansa jazz vokal dengan menambahkan Melody Gardot dan Diana Krall, sambil menyingkirkan lagu-lagu bernuansa pop dari Jason Mraz. Bahkan untuk lagu yang sudah diputar berbulan-bulan di Spotify, Pandora masih bisa menemukan artis serupa yang belum pernah didengar sebelumnya.

Kekurangan yang Sulit Diabaikan: UI Desktop dan Keterbatasan Katalog

Meski unggul dalam hal kurasi, Pandora Plus memiliki kelemahan signifikan. Pertama, layanan ini menuntut partisipasi aktif pengguna. Hasil terbaik hanya didapat jika pengguna rajin menyesuaikan stasiun dengan memberi suara pada setiap lagu. Tanpa itu, pengalaman mendengarkan terasa kurang optimal.

Kedua, katalog lagunya tidak selengkap kompetitor. Saat mencoba mencari musik serupa dengan lagu Ilusion De Amor milik Jensine Benitez, muncul pesan error bertuliskan "This song isn't currently available for station listening." Hal ini tentu kontradiktif dengan janji utama Pandora sebagai mesin pencari lagu baru.

Terakhir, antarmuka pengguna (UI) masih perlu polesan. Di iPhone, aplikasi ini bekerja dengan baik. Namun di MacBook, muncul sejumlah masalah seperti lagu yang sedang diputar tidak tampil saat jendela diminimalkan, dan widget Now Playing di Menu Bar tidak berfungsi. Ini menjadi catatan penting bagi pengguna yang sering berpindah perangkat.

Perbandingan Harga dan Posisi di Pasar Streaming

Dengan harga USD 5 per bulan (sekitar Rp 80 ribu), Pandora Plus berada di bawah langganan Spotify Premium yang biasanya dipatok USD 10-11 per bulan. Meski lebih murah, perlu dicatat bahwa Pandora Plus bukan layanan on-demand seperti Spotify.

Jika ingin memutar lagu tertentu kapan saja, pengguna harus beralih ke Pandora Premium yang merupakan layanan terpisah dengan harga lebih tinggi. Pandora Plus lebih tepat disamakan dengan layanan radio internet yang dapat disesuaikan, bukan pengganti penuh perpustakaan musik pribadi.

Kesimpulan: Cocok untuk Eksplorasi, Bukan Pengganti Spotify

Pandora Plus adalah pilihan menarik bagi pendengar yang ingin keluar dari kebiasaan mendengarkan lagu yang sama berulang kali. Kemampuannya menemukan artis dan lagu baru di luar radar adalah sesuatu yang sulit ditandingi layanan lain.

Namun, layanan ini bukan untuk semua orang. Jika kebutuhan utama adalah memutar lagu favorit secara on-demand atau mencari lagu-lagu underground, Pandora Plus akan terasa membatasi. Layanan ini paling cocok untuk pengguna yang menikmati proses menemukan musik baru dan tidak keberatan meluangkan waktu untuk "mengajari" algoritma lewat tombol suka dan tidak suka.

Bagi pengguna di Indonesia yang sedang mempertimbangkan alternatif selain Spotify, Pandora Plus bisa menjadi pilihan menarik—asalkan siap dengan kekurangan pada aplikasi desktop dan keterbatasan katalognya.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: engadget.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top