Gubernur NTB Sebut Kongres Hikmahbudhi di Lombok Utara Bukti Toleransi Jadi Gaya Hidup Masyarakat

Penulis: Zaki Mubarak  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:15:31 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan sambutan pada pembukaan Kongres XIII Hikmahbudhi di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Kamis (30/7/2026).

LOMBOK UTARA — Suasana penuh semangat mewarnai pembukaan Kongres XIII Hikmahbudhi di halaman Kantor Bupati Lombok Utara, Kamis (30/7/2026). Para kader yang datang dari sejumlah daerah di Nusantara itu berkumpul untuk merumuskan arah gerakan organisasi lima tahun ke depan.

Bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, acara ini bukan sekadar seremoni. Momen tersebut dipakai untuk memperlihatkan bahwa toleransi telah menjadi bagian dari keseharian warga, bukan slogan belaka.

Gurauan Pembuka Gubernur dan Pesan Kebersamaan

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengawali sambutannya dengan kisah yang mengundang tawa peserta. Ia bercerita tentang pecahan ledakan Big Bang yang jatuh ke bumi dan menjadi Pulau Lombok.

"Selamat datang di NTB. Dulu ketika Tuhan menciptakan bumi melalui Big Bang, ledakan itu begitu dahsyat hingga surga bergetar. Pecahannya jatuh ke bumi dan itulah Pulau Lombok," ucapnya, disambut riuh hadirin.

Di balik gurauan itu, Iqbal membawa peserta pada pesan mendalam. Menurutnya, masyarakat NTB telah lama hidup berdampingan dalam perbedaan dan keragaman agama tidak menjadi sekat sosial.

"Kami tidak pernah menganggap saudara-saudara kami yang Hindu, Buddha, Katolik atau agama lainnya sebagai orang lain. Ketika saya mengatakan 'kita', maka mereka semua adalah bagian dari kita," tegasnya.

Sasak Hindu dan Sasak Buddha: Bukti Akar Sejarah Toleransi

Iqbal menjelaskan bahwa keberagaman di Pulau Lombok memiliki akar sejarah panjang. Kehadiran masyarakat Sasak yang memeluk agama Hindu maupun Buddha membuktikan perbedaan keyakinan telah lama menjadi bagian dari kehidupan lokal.

"Di sini ada Sasak Hindu, ada Sasak Buddha. Mereka bukan pendatang, tetapi memang masyarakat asli yang sejak lama hidup bersama. Bahkan banyak di antara kami masih memiliki hubungan darah meskipun berbeda keyakinan. Dan itu kami nikmati sebagai kekayaan," jelasnya.

Pemilihan Lombok Utara sebagai tuan rumah dinilai tepat. Kabupaten ini dikenal berhasil menjaga kehidupan harmonis dengan tingkat toleransi tinggi.

Menteri Hukum: Idealisme Mahasiswa Harus Berpadu dengan Kewirausahaan

Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas mengaku terhanyut oleh pekikan semangat mahasiswa yang membawanya bernostalgia ke masa aktivis kampus.

"Dengar pekikan mahasiswa seperti ini rasanya ingin kembali menjadi mahasiswa. Itulah masa-masa paling indah dalam proses belajar," katanya.

Supratman menilai nama Hikmahbudhi mengandung filosofi kuat. Kata "hikmah" identik dengan kebijaksanaan, nilai yang selaras dengan ajaran Buddha. Ia mengajak mahasiswa memelihara idealisme, tetapi tidak berhenti pada kritik.

"Tuhan memberi kita akal untuk berpikir dan hati untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Itu modal dasar yang sama bagi semua manusia," ujarnya.

Menghadapi tantangan global, Supratman mendorong mahasiswa memperkuat kapasitas intelektual sekaligus membangun kemandirian ekonomi melalui kewirausahaan.

Harapan Lahirnya Roadmap Pengabdian untuk Bangsa

Gubernur Iqbal berharap kongres tidak hanya melahirkan kepengurusan baru. Ia ingin forum ini menghasilkan peta jalan pengabdian yang bermanfaat nyata bagi Indonesia.

"Saya berharap kongres ini melahirkan roadmap pengabdian HIKMAHBUDHI bagi Republik Indonesia. Karena teman-teman mahasiswa Buddha memiliki tanggung jawab yang sama untuk ikut membangun bangsa ini," pungkasnya.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: kicknews.today This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top