NUSA TENGGARA BARAT — California selama ini dianggap sebagai barometer adopsi kendaraan listrik global. Tapi data registrasi paruh pertama 2026 justru menunjukkan cerita berbeda: konsumen di sana mulai memilih hybrid sebagai jalan tengah. Selisih antara hybrid dan EV kini melebar jauh, padahal tahun lalu keduanya hanya terpaut kurang dari satu persen dengan EV di posisi teratas.
Di segmen passenger car, dominasi hybrid tidak terbantahkan. Tiga dari lima mobil terlaris—Honda Civic, Toyota Corolla, dan Honda Accord—menawarkan varian hybrid yang menyumbang porsi penjualan signifikan. Satu-satunya EV di lima besar adalah Tesla Model 3 yang duduk di posisi keempat dengan 7,7 persen pangsa pasar.
Toyota Camry menjadi kasus menarik. Generasi terbarunya menghilangkan opsi mesin bensin murni sepenuhnya, menjadikannya hybrid-only. Keputusan berani ini terbukti tepat: Camry memimpin segmen dengan 15,5 persen pangsa pasar, mengalahkan semua kompetitor bensin maupun listrik murni. Artinya, konsumen tidak lagi menganggap hybrid sebagai kompromi mahal—mereka melihatnya sebagai pilihan utama yang masuk akal.
Cerita berbeda terjadi di segmen truk dan SUV. Tesla Model Y masih memuncaki total penjualan California dengan 54.327 unit (8,4 persen pangsa segmen), menjadikannya kendaraan terlaris secara keseluruhan. Namun, lima besar segmen ini diisi oleh Toyota RAV4 hybrid-only, plus Honda CR-V, Toyota Tacoma, dan Ford F-series yang semuanya punya opsi hybrid.
Yang perlu dicermati: pangsa pasar Model Y di segmennya jauh lebih kecil dibanding Camry di segmennya. Ini sinyal bahwa dominasi Tesla mulai tertekan, terutama karena pilihan hybrid di kelas SUV kini jauh lebih banyak dan lebih murah daripada EV setara.
Data CNCDA juga menunjukkan pergeseran internal di kubu EV. Tesla mencatat penurunan registrasi 6,5 persen dibanding paruh pertama tahun lalu, sementara Rivian jatuh lebih dalam dengan minus 28,3 persen. Sebaliknya, Lucid justru mencatat pertumbuhan 22,7 persen—tertinggi di antara semua merek di California—meski dari basis penjualan yang jauh lebih kecil.
Secara keseluruhan, Toyota, Honda, dan Tesla menguasai hampir 40 persen total registrasi mobil baru di California. Ini menunjukkan konsumen di sana mulai pragmatis: memilih merek dengan jaringan servis luas dan teknologi yang tidak mengubah kebiasaan mengisi energi mereka.
California memang memberikan kredit negara bagian untuk pembeli EV, tetapi hybrid tetap lebih murah di awal pembelian. Belum lagi kekhawatiran infrastruktur pengisian daya yang belum merata. Hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar nyaris setara EV untuk penggunaan perkotaan, tanpa perlu mengubah kebiasaan singgah di pom bensin.
Faktor lain: pilihan hybrid kini semakin normal. Dulu hybrid adalah opsi premium yang menaikkan harga. Sekarang, dengan model seperti Camry dan RAV4 yang sepenuhnya hybrid, teknologi ini menjadi standar—bukan fitur tambahan yang harus dibayar mahal. Ini pergeseran psikologis yang membuat konsumen enggan kembali ke bensin murni, tapi juga belum siap pindah total ke listrik.
Data ini bukan berarti EV gagal di California—pangsa 15,9 persen masih besar. Tapi arah pasar sedang berubah: konsumen menginginkan efisiensi tanpa drama. Hybrid, setidaknya untuk saat ini, adalah jawaban paling masuk akal.