Damkar Jakarta Timur Gugur Padamkan Kebakaran Lahan 6.000 Meter Persegi di Kramat Jati, Sempat Pingsan Akibat Hirup Asap

Penulis: Wendra Kusuma  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 13:27:17 WIB
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke area kebakaran lahan seluas 6.000 meter persegi di Kramat Jati, Jakarta Timur.

NUSA TENGGARA BARAT — Proses pemadaman kebakaran lahan di Jalan Penggilingan Baru 1, Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, berujung duka. Andriyono, petugas Gulkarmat yang bertugas di lokasi, dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda.

Ketua RW 03 Kelurahan Dukuh, Irman Riyadi, mengungkapkan korban tiba-tiba sesak napas dan pingsan saat bersiaga di area pemadaman. Kondisi itu dipicu oleh arah angin yang berubah menuju barat, membawa akumulasi asap pekat langsung ke posisi petugas.

"Posisi angin saat kejadian mengarah ke barat, membawa asap tebal ke arah petugas yang sedang bersiaga di sisi tersebut. Korban sempat pingsan di tempat akibat kehabisan oksigen," kata Irman di lokasi kebakaran, Minggu (2/8/2026).

Rekan-rekan korban sempat berupaya mengevakuasi Andriyono keluar dari area terdampak dan membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, nyawa pria tersebut tidak tertolong.

"Saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia. Kami, pihak pengurus lingkungan, telah melayat ke rumah duka untuk menyampaikan rasa duka cita yang mendalam," ujar Irman.

Titik Api Tersembunyi di Bawah Tumpukan Sampah Hambat Pendinginan

Kebakaran yang menghanguskan lahan seluas sekitar 6.000 meter persegi ini sejatinya telah berlangsung sejak Sabtu (1/8) pagi. Api diduga muncul dari ulah anak-anak yang bermain api di area tumpukan sampah, kemudian membesar dengan cepat akibat hembusan angin kencang.

Tim gabungan yang diterjunkan ke lokasi tidak hanya melibatkan personel Gulkarmat, tetapi juga Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Dukuh. Mereka dihadapkan pada kendala teknis yang memperlambat proses pemadaman.

Tumpukan puing di bagian permukaan ternyata menyembunyikan material sampah di lapisan bawah. Kondisi ini memicu munculnya titik-titik api dalam tanah atau ground fire yang terus menyemburkan asap pekat ke udara.

Hingga Minggu siang, petugas gabungan masih bertahan di lokasi untuk melakukan pendinginan dan penguraian material sampah. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh titik api dan sumber asap benar-benar padam, mencegah potensi kebakaran susulan.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top