BBM Langka di Lombok Timur Bikin Antrean 500 Meter di SPBU Sekarteja, Sopir dan Tukang Ojek Keluhkan Pasokan Kosong

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 03 Agustus 2026 | 14:33:51 WIB
Antrean kendaraan mengular hingga 500 meter di SPBU Sekarteja, Lombok Timur, saat warga mencari bahan bakar minyak (BBM) pada Senin (3/8/2026).

LOMBOK TIMUR — Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat terpaksa mengantre panjang di SPBU Sekarteja, Lombok Timur, NTB, pada Senin (3/8/2026) siang. Pantauan di lapangan, antrean kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan pertalite ini bahkan mengular hingga ke badan jalan sejauh kurang lebih 500 meter dari pintu masuk SPBU.

Pemandangan serupa juga terlihat di sejumlah SPBU lain di Lombok Timur, seperti SPBU Lenek dan SPBU Rempung. Para pengendara tampak bersabar menunggu giliran untuk mendapatkan BBM di tengah terik matahari.

Sudah Satu Jam Lebih Mengantre, SPBU Lain Dikabarkan Kosong

Salah seorang sopir, Multazam (43), mengaku telah menghabiskan waktu lebih dari satu jam hanya untuk mengantre di SPBU Sekarteja. Ia bahkan menyebut beberapa SPBU yang ia datangi sebelumnya sudah kehabisan stok BBM.

"Sudah sejam lebih mengantre di sini, belum tahu berapa lama lagi. Di Pancor kosong, di SPBU lain juga sama saja kosong," ujar Multazam kepada detikBali, Senin (3/8/2026).

Menurut Multazam, persoalan kelangkaan pasokan BBM ini bukan kali pertama terjadi. Ia menilai kondisi antrean panjang ini justru semakin parah dalam beberapa waktu terakhir dan menyulitkan warga kecil.

"Semakin parah, kita jadi rakyat kecil kebingungan kalau seperti ini terus. Sudah sering kondisinya seperti ini, bukan hanya hari ini saja," terangnya.

Pengecer Juga Kosong, Tukang Ojek Terpaksa Libur

Keluhan serupa disampaikan Taopik (38). Selain harus menghadapi antrean panjang di SPBU, ia juga mengaku kesulitan mendapatkan BBM dari pengecer eceran yang biasa ia datangi.

"Di pengecer juga kosong. Mau mengisi Pertamax harganya mahal bisa Rp 19 ribu. Itu pun sekarang sudah jarang sekali," katanya.

Akibat kelangkaan ini, pekerjaan Taopik sebagai tukang ojek ikut terganggu. Ia bahkan sempat memilih untuk tidak bekerja karena tidak mendapatkan BBM untuk mengisi kendaraannya.

"Sempat kemarin tidak bisa ngojek karena di pengecer tidak ada, walaupun ada tentu harganya mahal," ucap Taopik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun pemerintah daerah terkait penyebab pasti kelangkaan BBM di Lombok Timur. Warga berharap pasokan segera normal kembali agar aktivitas ekonomi dan transportasi tidak terus terhambat.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top