PRAYA — Fenomena tahunan surutnya air Bendungan Batujai kembali menyulap dasar perairan menjadi hamparan padang rumput hijau yang dikenal sebagai Savana Bale Tepak. Lokasi yang berada di sisi timur bendungan, Kabupaten Lombok Tengah, ini pun ramai didatangi warga yang ingin berpiknik, berkemah, atau sekadar berburu foto dengan latar alam terbuka.
Berbeda dengan destinasi lain, daya tarik utama tempat ini justru datang dari lanskap yang berubah mengikuti musim. Saat puncak kemarau tiba, area seluas lapangan rumput itu muncul dan menyuguhkan pemandangan perpaduan hijau rerumputan dengan sisa genangan air bendungan.
Transformasi kawasan ini berawal dari fungsi lamanya sebagai lokasi penggembalaan ternak milik warga sekitar. Kini, fungsi tersebut bergeser menjadi ruang rekreasi publik yang terbuka untuk siapa saja.
Keberadaan savana ini tidak lepas dari sejarah Bendungan Batujai yang dibangun sejak 1977 dan diresmikan pada 1982 di era pemerintahan Presiden Soeharto. Infrastruktur irigasi tersebut awalnya dibangun untuk mendukung ketahanan pangan nasional, namun dampaknya kini dirasakan pula di sektor pariwisata lokal.
Pengunjung yang datang lebih awal bisa menikmati momen matahari terbit dari balik hamparan rumput. Sementara di sore hari, panorama matahari terbenam menjadi latar favorit untuk berfoto.
Daya tarik visual lain datang dari kawanan burung bangau yang kerap terlihat mencari makan di genangan air yang tersisa. Lokasi yang dekat dengan Bandara Internasional Lombok (BIZAM) juga memungkinkan pengunjung menyaksikan pesawat terbang melintas rendah, sebuah pemandangan yang jarang ditemui di tempat wisata lain.
Akses menuju savana ini terbilang lancar. Dari pusat Kota Praya, pengunjung hanya menempuh perjalanan sekitar 13 menit dengan jarak 6,8 kilometer. Adapun dari Kota Mataram, jaraknya mencapai 35 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 48 menit.
Kondisi jalan utama menuju kawasan Bendungan Batujai sebagian besar sudah beraspal mulus. Namun, beberapa ratus meter terakhir menuju titik savana masih berupa jalan tanah berkerikil.
Mengingat tempat ini kerap dipadati pengunjung, pengelola mengimbau masyarakat untuk datang lebih awal. Langkah ini disarankan agar mendapatkan sudut bersantai yang nyaman serta area parkir yang tidak terlalu jauh dari lokasi.