Harga iPhone 18 Pro Dikabarkan Naik Jadi Rp 23 Jutaan, Kenaikan 27 Persen Dinilai Terlalu Berani

Penulis: Wendra Kusuma  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 02:13:31 WIB
Pengunjung mengamati ponsel pintar di sebuah gerai resmi di Nusa Tenggara Barat, Selasa (11/2).

NUSA TENGGARA BARAT — Spekulasi kenaikan harga iPhone 18 Pro semakin kencang berhembus. Setelah sebelumnya Apple menaikkan harga berbagai produknya akibat melonjaknya biaya memori, kini muncul laporan bahwa Apple berencana menerapkan kenaikan drastis untuk lini Pro terbarunya. Namun, angka yang beredar membuat banyak pengamat mengernyitkan dahi.

Kenaikan USD 300: Terlalu Berani atau Masuk Akal?

Menurut laporan yang beredar, harga dasar iPhone 18 Pro akan dibanderol USD 1.399. Jika dibandingkan dengan iPhone 17 Pro yang dibanderol USD 1.099, ini berarti kenaikan sebesar 27 persen—jauh lebih tinggi dari kenaikan harga produk Apple lainnya.

Sebagai perbandingan, kenaikan USD 300 sebelumnya hanya terjadi pada produk yang jauh lebih mahal, seperti MacBook Pro dasar yang naik dari USD 1.699 menjadi USD 1.999 (kenaikan sekitar 18 persen). Menerapkan kenaikan yang sama pada iPhone Pro yang lebih murah akan terasa tidak proporsional.

Strategi Margin vs. Volume Penjualan

Apple memang dikenal agresif dalam melindungi margin keuntungan. Kenaikan harga MacBook Air sebesar USD 200 dan MacBook Neo sebesar USD 100 menjadi bukti nyata. Namun, Tim Cook, CEO Apple, sempat memberi sinyal bahwa perusahaan tidak akan memaksakan margin jika berdampak buruk pada unit terjual.

"Dalam hal filosofi kami tentang dolar atau persentase, kami melihat unit, pendapatan, dan margin, lalu membuat keputusan bisnis tentang cara menanganinya. Ini bukan formula matematika yang membawa kami pada hasil spesifik atau sekadar melihat satu dimensi saja. Kami melihat ketiga dimensi itu dan memikirkannya dalam jangka panjang, bukan dalam hitungan 90 hari," ujar Tim Cook dalam earnings call.

Pernyataan ini menjadi kunci. Jika Apple memilih menaikkan harga hingga USD 1.399, risiko penurunan unit terjual sangat mungkin terjadi. Terlebih, banyak pengguna potensial yang justru menunggu model iPhone 20 tahunan yang kabarnya akan hadir dengan perubahan besar tahun depan.

Dampak ke Konsumen dan Program Upgrade

Bagi konsumen yang membeli iPhone secara tunai, kenaikan ini tentu menjadi pertimbangan besar. Namun, skema Apple Upgrade Program bisa menjadi "jalan tengah" yang meredam rasa sakit tersebut. Dengan skema sewa tahunan, pengguna bisa "menyewa" iPhone 18 Pro selama setahun dan langsung beralih ke model anniversary tahun depan tanpa harus membayar selisih harga penuh di muka.

Komentar warganet pun beragam. Seorang pengguna dengan akun IndomitableSlake menyindir, "Mereka akan mematok harga berapa pun dan orang-orang akan tetap membayarnya. Ini sudah terbukti di industri perumahan, kendaraan, dan peralatan rumah tangga. Kenapa harus berbeda di sini? Mereka tinggal mengambil pinjaman."

Kesimpulan: Menunggu Konfirmasi Resmi

Hingga saat ini, semua masih berupa spekulasi dari dua sumber internal. Keputusan final ada di tangan Apple. Jika kenaikan USD 300 benar-benar terjadi, ini akan menjadi ujian terbesar bagi loyalitas pengguna iPhone Pro. Apakah mereka rela merogoh kocek lebih dalam demi chip terbaru, atau justru beralih ke lini reguler atau bahkan kompetitor?

Untuk pasar Indonesia, kenaikan ini dipastikan akan membuat harga iPhone 18 Pro semakin sulit dijangkau konsumen kelas menengah. Kita tunggu saja pengumuman resmi Apple pada acara peluncuran bulan depan.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: 9to5mac.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top