Mahasiswa KKN Unram di Lombok Timur Ajari Warga Darmasari Olah Ikan Kembung Jadi Nugget untuk Cegah Stunting

Penulis: Wendra Kusuma  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:47:01 WIB
Mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram mengajarkan warga Desa Darmasari, Lombok Timur, mengolah ikan kembung menjadi nugget untuk mencegah stunting.

LOMBOK TIMUR — Puluhan ibu rumah tangga di Desa Darmasari, Kecamatan Sikur, kini punya keterampilan baru mengolah ikan kembung menjadi nugget bergizi. Mereka dibekali langsung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram yang tengah bertugas di desa tersebut.

Kegiatan yang mengusung tema "Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas" ini menghadirkan Apriana Eka Wardani, A.Md.Gz., sebagai pemateri. Para peserta tidak hanya diberi teori soal bahaya kekurangan gizi kronis, tetapi juga praktik mengolah bahan pangan lokal yang murah dan mudah didapat.

Ikan Kembung Disulap Jadi Camilan Favorit Anak

Dalam sesi praktik, warga diajarkan tahapan lengkap pembuatan nugget ikan kembung. Mulai dari persiapan bahan, penghalusan daging ikan, pencampuran adonan, pengukusan, pemotongan, hingga pelapisan tepung panir sebelum digoreng.

Pendekatan ini dipilih karena nugget dinilai lebih disukai anak-anak dibandingkan olahan ikan biasa. Harapannya, asupan protein hewani keluarga meningkat tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.

Kepala Desa: Warga Butuh Keterampilan Praktis, Bukan Sekadar Teori

Kepala Desa Darmasari, Mukhsin, mengapresiasi program kerja mahasiswa KKN tersebut. Menurutnya, kombinasi sosialisasi dan praktik langsung memberi manfaat nyata bagi warganya.

"Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram. Kegiatan ini tidak hanya menambah pemahaman masyarakat tentang pencegahan stunting, tetapi juga memberikan keterampilan praktis mengolah ikan kembung menjadi makanan bergizi," ujar Mukhsin.

Ia berharap ilmu yang didapat bisa langsung diterapkan di rumah masing-masing. "Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan di rumah dan kegiatan edukasi seperti ini dapat terus dilaksanakan," tambahnya.

Penyebab Stunting: Bukan Cuma Soal Makan

Apriana Eka Wardani menjelaskan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis. Faktor pemicunya beragam, mulai dari pola makan yang kurang baik, infeksi berulang, hingga pola pengasuhan yang belum optimal.

Karena itu, pemenuhan gizi seimbang dan konsumsi protein hewani menjadi kunci utama. Sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dimanfaatkan warga untuk berkonsultasi soal pola pemberian makan anak dan berbagai kendala di rumah tangga.

Target: Menekan Angka Stunting dari Desa

Ketua Kelompok KKN-PMD Desa Darmasari, Lalu Haykal Bidyawari, menegaskan program ini dirancang agar masyarakat tidak berhenti pada pemahaman teori. Ia ingin warga memiliki kemampuan mengolah pangan lokal menjadi menu sehat untuk seluruh anggota keluarga.

"Pemanfaatan ikan kembung sebagai bahan pangan lokal diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif menu bergizi yang mudah diterapkan di sehari-hari," kata Haykal. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Drs. H. Ahmad Jupri, M.Eng.

Seluruh anggota kelompok berkolaborasi merancang hingga melaksanakan acara ini sebagai bentuk edukasi kesehatan berbasis pangan lokal. Dengan bekal keterampilan ini, warga Darmasari diharapkan mampu menciptakan menu bergizi mandiri untuk mencegah stunting sejak dini.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: mataramradio.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top