NUSA TENGGARA BARAT — Keputusan ini bukan sekadar ganti papan nama. Amman Mineral menyadari bahwa kompleksitas operasi tambang modern telah melampaui kemampuan analisis manusia dan sistem lama. Data dari ribuan sensor, alat berat, dan proses pengolahan menumpuk setiap detik, menuntut kecepatan dan ketepatan yang hanya bisa dipenuhi oleh teknologi mutakhir.
Senior Manager Information Technology Operations PT Amman Mineral Nusa Tenggara, Toar Taulu, mengungkapkan bahwa perubahan visi ini merupakan respons atas tuntutan zaman. "Sebelumnya kami memiliki visi untuk menjadi perusahaan pertambangan terbesar di dunia. Namun tahun lalu, kami mengubah visi tersebut dari perusahaan pertambangan menjadi perusahaan teknologi di bidang sumber daya alam. Itulah alasan mengapa kami bertekad untuk berkembang pesat di dunia digital," ungkap Toar dalam diskusi panel bersama Amazon Web Services (AWS) dan SAP.
Langkah pertama yang dieksekusi adalah merombak total fondasi infrastruktur teknologi. Dalam satu tahun terakhir, Amman Mineral meninggalkan sistem legacy dan beralih ke ekosistem terintegrasi SAP RISE yang berjalan di atas platform cloud AWS.
Migrasi ini bukan perkara teknis semata. Perusahaan mendapatkan skalabilitas, keandalan, dan keamanan data yang jauh lebih tinggi untuk menopang seluruh rantai operasi—dari eksplorasi, penambangan, hingga pengolahan. Ini adalah fondasi yang memungkinkan inovasi-inovasi berikutnya berjalan mulus.
Di tengah hiruk-pikuk industri yang berlomba mengadopsi kecerdasan buatan (AI), Amman Mineral memilih jalan yang lebih hati-hati dan terukur. Mereka menolak tergesa-gesa menjalankan ratusan proyek AI sekaligus yang berisiko gagal.
Alih-alih, fokus diarahkan pada penyelesaian masalah operasional paling kritis terlebih dahulu. Toar menekankan pentingnya edukasi sumber daya manusia sebelum implementasi. Karyawan harus paham betul apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan AI.
Di Amman Mineral, AI berperan sebagai penasihat yang mengolah dan menganalisis data kompleks dalam jumlah besar. Rekomendasi yang dihasilkan membantu para manajer dan teknisi di lapangan, namun keputusan final serta tanggung jawab operasional tetap sepenuhnya di tangan manusia. Prinsip ini dijalankan dengan tagline "Empower Business with Digital Transformation"—digitalisasi harus berdampak langsung pada efisiensi dan produktivitas, bukan sekadar gengsi.
Keberanian Amman Mineral melompat langsung mengadopsi cloud dan agentic AI mendapat sorotan positif. Pimpinan SAP dan AWS menilai langkah perusahaan asal Asia Tenggara ini sebagai contoh nyata kepemimpinan inovasi di sektor industri berat.
Mereka menggarisbawahi bahwa transformasi yang dijalankan Amman Mineral bukan proyek kosmetik. Ini adalah perubahan fundamental yang menempatkan teknologi sebagai tulang punggung operasional, dengan manusia tetap memegang kendali penuh. Sebuah keseimbangan yang jarang ditemukan di industri sejenis.
Dengan produksi tembaga mencapai 158 ton tahun lalu, Amman Mineral kini berada di persimpangan yang menentukan: apakah transformasi ini akan mengantarkannya menjadi pemimpin global, atau sekadar jadi catatan kaki sejarah. Yang jelas, langkah berani ini telah membuka babak baru bagi industri tambang nasional.