Yayasan Astra Pamerkan Transformasi UMKM dan Vokasi di GIIAS 2026, Omzet Binaan Naik ke Rp 34,96 Miliar

Penulis: Wendra Kusuma  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:37:31 WIB
Booth Yayasan Astra di GIIAS 2026 menampilkan produk UMKM binaan dan program pendidikan vokasi ASTRAtech.

NUSA TENGGARA BARAT — Booth Yayasan Astra di GIIAS 2026 menjadi etalase bagi dua pilar pengembangan ekosistem otomotif: pembinaan UMKM/IKM dan pendidikan vokasi. Dalam konferensi pers di ICE BSD, Tangerang, Selasa (4/8), Yayasan Astra memaparkan bagaimana sinergi YDBA dan ASTRAtech berkontribusi nyata pada rantai pasok industri kendaraan bermotor nasional.

Kunjungan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ke booth tersebut menjadi pengakuan atas kolaborasi tiga pilar: industri, pendidikan, dan pemerintah. Kedua pejabat meninjau langsung produk binaan YDBA serta program pengembangan talenta yang dijalankan ASTRAtech.

PT Arkha Industries: Dari Usaha Mikro ke Pemasok Tier 1

Kisah PT Arkha Industries Indonesia menjadi bukti konkret dampak pembinaan YDBA. UMKM spesialis painting plastik dan logam ini dibina sejak 2022 dan berhasil menembus rantai pasok sebagai pemasok tier 1 PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) setelah melalui audit kapasitas produksi, mutu, dan K3.

Ali Haris, pemilik Arkha, mengakui pendampingan YDBA mengubah fundamental bisnisnya. "Kami dibimbing langsung membenahi fondasi usaha, khususnya disiplin QCD, mulai dari menjaga kualitas painting agar zero defect, efisiensi biaya, hingga pengiriman yang tepat waktu," ujarnya di booth pameran.

Perjalanan usaha Arkha menunjukkan akselerasi signifikan. Sejak berdiri 2014, omzet tahunan perusahaan ini berada di bawah Rp 2 miliar dengan puluhan karyawan. Setelah tiga tahun dibina, pendapatan melonjak menjadi Rp 34,96 miliar pada 2025 dengan 221 tenaga kerja dan area pabrik 17.000 meter persegi.

Rahmat Samulo, Ketua Pengurus Yayasan Astra - YDBA, menegaskan pencapaian ini membuktikan UMKM lokal sanggup bersaing di industri otomotif. "Dengan pembinaan yang konsisten, UMKM binaan siap bersaing dan memenuhi standar tinggi di rantai pasok industri otomotif nasional," katanya.

ASTRAtech dan Adopsi Standar Meister Jerman

Di sisi pengembangan SDM, ASTRAtech memperkenalkan model ASTRAtech Dual System yang mengintegrasikan perkuliahan dengan pendalaman kompetensi industri. Pendekatan ini mengadopsi standar Meister Jerman untuk memastikan lulusan siap kerja di sektor otomotif.

Salah satu alumni program Astra Meister, Wisnu Prasetyo, kini menjabat Workshop Supervisor di PT Astra International Tbk – BMW Sales Operation. Keberadaan alumni di posisi strategis menjadi indikator bahwa kurikulum yang diterapkan selaras dengan kebutuhan industri otomotif modern.

Henri Paul, Direktur ASTRAtech, turut hadir dalam sesi diskusi untuk menjelaskan lebih rinci mengenai kurikulum dan kemitraan industri yang dijalin. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan talenta vokasi yang tidak hanya paham teori, tetapi juga menguasai praktik di lapangan.

Partisipasi Yayasan Astra di GIIAS 2026 berlangsung hingga 9 Agustus mendatang di Selasar Convention Hall, Hall Nusantara, ICE BSD. Selain memamerkan produk UMKM binaan, booth ini menjadi ruang dialog bagi industri dan calon tenaga kerja terampil.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: fajarbali.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top