58 Mahasiswa STIE AMM Mataram Terjun ke 6 Desa di Lombok Barat untuk Bina UMKM Selama Dua Bulan

Penulis: Wendra Kusuma  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 12:37:01 WIB
mahasiswa STIE AMM Mataram mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik di enam desa di Kabupaten Lombok Barat untuk membina UMKM.

MATARAM — Enam desa di dua kecamatan Kabupaten Lombok Barat kedatangan 58 mahasiswa STIE AMM Mataram. Mereka menjalani Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) dengan fokus utama pengembangan potensi desa melalui pembinaan UMKM.

Para mahasiswa yang terdiri dari 34 orang Program Studi S1 Manajemen dan 24 orang S1 Akuntansi ini akan mengabdi mulai 4 Agustus hingga 21 September 2026. Prosesi serah terima dilakukan langsung di kantor desa masing-masing dan diterima oleh kepala desa beserta jajaran aparatur, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kepala dusun.

Lokasi Penempatan: Dua Kecamatan, Enam Desa

STIE AMM Mataram menempatkan mahasiswanya di dua wilayah berbeda. Di Kecamatan Lingsar, sasaran pengabdian meliputi Desa Sigerongan, Desa Duman, dan Desa Dasan Geria. Sementara itu, di Kecamatan Gunungsari, mahasiswa ditempatkan di Desa Kekeri, Desa Midang, dan Desa Jati Sela.

Setiap desa akan didampingi oleh dua orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang ditugaskan secara resmi. Pendampingan ini bertujuan memastikan program kerja yang dijalankan mahasiswa sesuai dengan tujuan KKNT dan memberikan arahan akademik di lapangan.

Fokus pada Penguatan Ekonomi Warga

Ketua STIE AMM Mataram, Dr. H. Umar Said, S.E., M.M., menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, mahasiswa harus menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mendorong inovasi dan penguatan kapasitas pelaku UMKM.

“Kuliah Kerja Nyata Tematik bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik mahasiswa, tetapi menjadi media pembelajaran yang sesungguhnya untuk mengasah kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta penerapan ilmu pengetahuan dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Umar menambahkan bahwa keberhasilan kegiatan ini tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan warga. Ia berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater dengan menjunjung tinggi etika, disiplin, dan profesionalisme selama berada di tengah masyarakat.

Sinergi Kampus, Pemda, dan Masyarakat

Pihak kampus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, pemerintah kecamatan, hingga pemerintah desa yang telah menerima mahasiswa. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dinilai sebagai kunci keberhasilan program pengabdian yang berkelanjutan.

Melalui KKNT ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu perkuliahan ke dalam program pemberdayaan masyarakat. Sektor UMKM menjadi perhatian khusus karena dinilai sebagai salah satu penggerak strategis ekonomi desa yang potensial untuk dikembangkan.

STIE AMM Mataram berharap seluruh mahasiswa dapat beradaptasi dengan kehidupan masyarakat dan menghadirkan solusi relevan terhadap berbagai tantangan pembangunan desa. Program ini juga menjadi wahana pembentukan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top