Gubernur NTB Iqbal Pelajari Model SMK Berbasis Industri di Bekasi, Target Cetak Lulusan Siap Kerja ke Jepang dan Jerman

Penulis: Wendra Kusuma  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 14:51:02 WIB
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal meninjau bengkel praktik SMK Mitra Industri MM2100 di Bekasi, Selasa (4/8/2026).

MATARAM — Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal tidak hanya sekadar menandatangani nota kesepahaman. Ia memilih turun langsung ke lapangan dengan mengunjungi SMK Mitra Industri MM2100 di Kabupaten Bekasi, Selasa (4/8/2026), untuk mempelajari secara detail bagaimana sekolah vokasi bisa menjadi pemasok tenaga kerja terampil bagi pabrik-pabrik besar.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga NTB Syamsul Hadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Aidy Furqan, serta Kepala SMKN 5 Mataram, orang nomor satu di NTB itu menghabiskan waktu tiga jam untuk mengamati implementasi Teaching Factory (TEFA) dan Project Based Learning (PBL). Rombongan juga meninjau bengkel praktik serta laboratorium yang dirancang menyerupai lingkungan kerja sesungguhnya.

Bukan Soal Lapangan Kerja, Tapi Kompetensi Lulusan

Di hadapan para pengelola sekolah, Iqbal menegaskan bahwa persoalan utama pendidikan vokasi saat ini bukan terbatasnya lowongan pekerjaan. Justru sebaliknya, yang menjadi pekerjaan rumah adalah bagaimana menyiapkan lulusan yang benar-benar dibutuhkan industri.

"Lapangan kerja itu selalu ada. Yang perlu kita benahi adalah bagaimana menyiapkan lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Di situlah pentingnya membangun link and match yang nyata, bukan sekadar slogan," tegasnya.

Gubernur menekankan bahwa lulusan SMK tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis. Disiplin, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi dengan budaya perusahaan modern menjadi nilai tambah yang wajib ditanamkan sejak di bangku sekolah.

"Ketika masuk ke dunia industri, anak-anak kita tidak boleh lagi mengalami kesulitan beradaptasi dengan budaya kerja perusahaan. Karakter, disiplin, dan etos kerja harus dibangun sejak mereka masih berada di bangku sekolah," ujarnya.

Model Sekolah di Kawasan Industri yang Terserap Hampir 100 Persen

SMK Mitra Industri MM2100 dipilih sebagai lokasi studi tiru karena menjadi rujukan nasional. Sekolah yang berdiri di dalam kawasan industri ini didukung langsung oleh asosiasi Human Resources Development (HRD) perusahaan-perusahaan besar. Kurikulum, kompetensi, hingga proses evaluasi disusun berdasarkan kebutuhan riil dunia usaha.

Keunggulan lainnya, sekolah ini memiliki lembaga pelatihan kerja berlisensi Sending Organization (SO). Lisensi tersebut memungkinkan lulusan memperoleh akses bekerja ke luar negeri secara langsung tanpa melalui lembaga perantara. Hasilnya, hampir seluruh lulusan setiap tahunnya langsung terserap pasar kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Fondasi di NTB Sudah Ada, Tinggal Perbanyak

Iqbal menilai NTB sebenarnya sudah memiliki fondasi serupa. Ia menyebut keberadaan Komatsu School Welding dan UT School sebagai bukti bahwa model pendidikan berbasis industri sudah mulai tumbuh di daerahnya.

"Di NTB sebenarnya kita sudah memiliki fondasi yang baik, seperti Komatsu School Welding dan UT School. Ke depan, model-model seperti ini harus kita perbanyak agar lulusan SMK benar-benar siap memasuki dunia kerja," katanya.

Tindak Lanjut: Undang Pengelola SMK Mitra Industri ke NTB

Sebagai tindak lanjut, Iqbal telah mengundang pendiri dan manajemen SMK Mitra Industri MM2100 untuk berkunjung ke NTB. Rencananya, kerja sama yang lebih konkret akan dibahas, mencakup supervisi pengembangan SMK berbasis industri, penguatan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, hingga pengembangan budaya kerja sekolah.

Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya SMK Go Global di NTB, yaitu sekolah vokasi yang menghasilkan lulusan berstandar industri nasional dan internasional. Targetnya jelas: mengurangi pengangguran lulusan SMK secara berkelanjutan dan mencetak tenaga kerja profesional yang siap bersaing di pasar global.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: kicknews.today This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top