Review Schlage Sense Pro Setelah 2 Bulan: Unlock Otomatis ala Magic, Tapi Baterai Cepat Habis

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 20:48:31 WIB
Warga mengamati mekanisme pembukaan pintu otomatis pada smart lock Schlage Sense Pro yang dipasang di sebuah rumah di Nusa Tenggara Barat.

NUSA TENGGARA BARAT — Schlage kembali memperbarui jajaran smart lock premiumnya. Setelah Encode Plus yang populer dengan fitur tap-to-unlock via iPhone, kini hadir Sense Pro yang menghilangkan langkah tap tersebut sepenuhnya. Saya memakai kunci ini di pintu rumah selama lebih dari dua bulan untuk menguji apakah fitur UWB-nya benar-benar bisa diandalkan sebagai pengganti kunci konvensional, atau cuma gimmick mahal.

Dengan harga USD 399 untuk unit deadbolt saja, atau USD 449 jika dibundel dengan lever yang serasi, produk ini jelas menyasar segmen atas. Di pasar Indonesia, smart lock dengan fitur serupa dari Aqara (U400) bisa dibilang lebih ramah kantong dengan selisih sekitar USD 100, plus tambahan sensor sidik jari. Posisi Sense Pro di lineup Schlage memang paling premium, tapi itu artinya ekspektasi terhadapnya juga harus tinggi.

Desain dan Pemasangan: Standar, Tapi Ada Satu Hal yang Mengganggu

Secara visual, Sense Pro tidak menawarkan sesuatu yang radikal. Kedua sisi kunci berbentuk kotak dengan sudut membulat, berukuran sekitar 2,7 x 4 inci dengan ketebalan satu inci — mirip dengan Yale Assure 2. Tersedia dalam dua varian warna saja: Matte Black dan Satin Nickel. Pilihan trim yang minim ini terasa kurang fleksibel dibanding lini smart lock Schlage lainnya yang punya lebih banyak variasi desain.

Yang sedikit janggal ada di keypad-nya. Angka 0-9 hanya menempati seperempat bagian atas panel depan dalam dua baris. Tombolnya responsif dan mudah ditekan, tapi sepertinya Schlage bisa memanfaatkan seluruh permukaan untuk membuat angka lebih besar, seperti yang dilakukan Yale. Ini soal kenyamanan, terutama saat jari kamu basah atau di malam hari.

Pemasangan relatif standar untuk smart deadbolt. Kamu perlu membongkar kedua sisi kunci lama dan mengganti baut penguncinya. Satu perbedaan kecil: ada dua kabel yang harus dihubungkan antar kedua bagian kunci, bukan satu seperti biasanya. Baterai tersimpan dalam kartrid terpisah yang bisa dilepas, dan ini justru memudahkan proses penggantian.

Fitur UWB: Benar-Benar Bekerja Seperti Sihir, Tapi Ada Syaratnya

Ini bagian yang paling menarik. Dengan iPhone di saku, saya cukup berjalan mendekati pintu dan Sense Pro otomatis terbuka saat jarak saya sekitar satu kaki. Kuncinya cukup pintar untuk tidak aktif saat saya hanya berkeliaran di dekat pintu — ia mendeteksi arah datang, apakah dari kiri, kanan, atau tengah, dan hanya membuka saat saya benar-benar hendak masuk.

Perlu dicatat: fitur hands-free ini saat ini hanya bekerja dengan iPhone. Namun karena Sense Pro sudah kompatibel dengan Aliro, Schlage berencana menghadirkan dukungan untuk Samsung Wallet dan Google Wallet tahun ini. Itu artinya pengguna Android dengan chip UWB juga bisa menikmati unlock otomatis, sementara perangkat NFC cukup untuk tap-to-unlock. Sayangnya, belum ada tanggal pasti kapan fitur ini rilis.

Selain UWB, keypad-nya juga bekerja dengan baik. Setelah memasukkan kode, pintu langsung terbuka tanpa perlu menekan tombol konfirmasi tambahan — detail kecil yang membuat pengalaman sehari-hari terasa lebih mulus.

Masalah Baterai yang Bikin Saya Hampir Menyerah

Inilah kelemahan terbesarnya. Schlage mengklaim daya tahan hingga enam bulan, tapi dalam pengalaman saya, baterai turun ke 51% hanya dalam beberapa minggu pemakaian. Saya sempat mengira ada yang salah dengan unit saya, lalu mencoba mengganti Apple Home hub dari Apple TV di loteng ke HomePod mini yang lebih dekat ke pintu. Hasilnya tetap sama — baterai terus terkuras dengan cepat.

Ternyata masalahnya ada pada konfigurasi. Saya menghubungkan kunci ke Apple Home via Thread sekaligus ke aplikasi Schlage via Wi-Fi. Ini yang tidak disarankan pabrikan. Setelah mereset kunci dan hanya mengandalkan koneksi Thread, konsumsi baterai kembali normal sesuai ekspektasi. Schlage juga menyarankan untuk tidak memakai baterai lithium atau isi ulang — gunakan alkaline biasa.

Kalau kamu mengabaikan peringatan ini dan kunci kehabisan daya, ada port USB-C di bagian bawah kunci eksterior. Colokkan power bank untuk memberi daya darurat agar pintu bisa terbuka. Fitur penyelamat yang wajib ada di smart lock, tapi sebaiknya tidak sampai dipakai.

Kompatibilitas Smart Home: Matter, Tapi Ada Dua "Dunia" Kode

Sense Pro mendukung Matter, jadi bisa terhubung ke Apple Home, Alexa, dan Google Home. Ia juga kompatibel dengan Airbnb dan Ring. Namun ada keanehan dalam manajemen kode akses: kode yang dibuat di aplikasi Schlage tidak bisa dikelola di Apple Home, dan sebaliknya. Kode dari Apple Home memang muncul di aplikasi Schlage, tapi tidak bisa diubah atau dihapus dari sana. Ini bisa membingungkan jika kamu berbagi akses dengan banyak orang.

Kelebihan dan Kekurangan Schlage Sense Pro

  • Kelebihan: Fitur UWB unlock bekerja mulus dan terasa futuristik
  • Kelebihan: Keypad responsif tanpa tombol konfirmasi tambahan
  • Kelebihan: Kompatibel dengan Matter dan standar Aliro untuk masa depan
  • Kekurangan: Konsumsi baterai boros jika terhubung ke dua jaringan sekaligus
  • Kekurangan: Harga USD 399 terasa mahal, terutama dengan hadirnya Aqara U400 yang lebih murah dan punya sidik jari
  • Kekurangan: Pilihan desain dan warna sangat terbatas
  • Kekurangan: Fitur UWB hanya untuk iPhone untuk saat ini

Verdict: Canggih, Tapi Belum Wajib Beli

Schlage Sense Pro adalah bukti bahwa teknologi kunci pintar sudah melangkah jauh. Pengalaman berjalan mendekati pintu dan melihatnya terbuka sendiri memang terasa seperti masa depan. Namun, harga premiumnya sulit dibenarkan ketika kompetitor seperti Aqara U400 menawarkan UWB plus fingerprint reader dengan selisih USD 100.

Kunci ini paling cocok untuk pengguna iPhone yang sudah terikat ekosistem Apple Home dan menginginkan pengalaman unlock paling mulus tanpa kompromi. Tapi kalau kamu butuh fleksibilitas metode buka kunci atau punya perangkat Android, sebaiknya tunggu dukungan Aliro resmi atau pertimbangkan alternatif yang lebih murah. Dalam kondisi saat ini, Sense Pro lebih seperti produk early adopter — canggih, tapi belum efisien untuk semua orang.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top