MATARAM — General Manager PLN UIP Nusra, RDW Manurung, meninjau langsung lokasi proyek untuk memastikan seluruh rangkaian commissioning berjalan sesuai tahapan. Dalam kunjungan tersebut, ia meminta pemaparan dari Unit Pelaksana Proyek (UPP) Nusra 1 bersama kontraktor mengenai perkembangan commissioning, kesiapan sistem pembangkit, serta tahapan pengujian menuju COD.
Manager UPP Nusra 1, Lutfi Mustakim, mengungkapkan bahwa PLTU Lombok FTP-2 Unit 1 sebelumnya telah menuntaskan first synchronization pada 17 Juli 2026. Setelah pencapaian itu, proyek masuk ke rangkaian commissioning lanjutan yang harus diselesaikan satu per satu sebelum unit dinyatakan siap beroperasi komersial.
Salah satu tahapan yang tengah dipercepat adalah penyelesaian commissioning Coal Mill Hot Test. Percepatan dilakukan lewat sinergi PLN, kontraktor, dan vendor dengan mengintensifkan monitoring progres, pengujian, serta penyelesaian pekerjaan di lapangan.
Tujuannya memastikan kesiapan sistem coal mill secara menyeluruh. Lutfi menyebut pihaknya terus mengawal setiap rangkaian bersama Rekind dan vendor.
"Setelah first synchronization, kami bersama Rekind dan vendor terus mengawal setiap rangkaian commissioning. Saat ini fokus kami adalah memastikan seluruh pengujian berjalan sesuai prosedur dan memenuhi parameter teknis yang dipersyaratkan sebelum unit dapat melangkah ke tahapan berikutnya," jelas Lutfi.
Penyelesaian Coal Mill Hot Test menjadi bagian dari rangkaian commissioning menuju COD. Setelahnya, sejumlah pengujian lanjutan tetap dikawal untuk memastikan unit memenuhi parameter teknis, keselamatan, dan keandalan sebelum memasuki operasi komersial.
RDW menegaskan fase commissioning harus dikawal secara disiplin dengan tetap mengutamakan kualitas, keselamatan, dan keandalan pembangkit.
"Seluruh tahapan harus kita kawal dengan disiplin. Kami ingin memastikan setiap pengujian dilakukan sesuai standar, karena yang kita kejar bukan hanya penyelesaian proyek, tetapi pembangkit yang aman dan andal ketika masuk ke sistem. Momentum ini juga bertepatan dengan persiapan MotoGP Mandalika 2026, sehingga penguatan infrastruktur pembangkitan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan Sistem Lombok," ujar RDW.
Percepatan kesiapan PLTU Lombok FTP-2 disebut sebagai bagian dari langkah strategis PLN dalam memperkuat sistem kelistrikan Lombok. Kehadiran pembangkit tersebut tidak hanya ditujukan menjawab kebutuhan listrik pada momentum tertentu, tetapi juga menopang pertumbuhan kebutuhan listrik dan pembangunan NTB dalam jangka panjang.
"Event internasional seperti MotoGP membutuhkan dukungan sistem kelistrikan yang andal. Namun lebih dari itu, infrastruktur yang kita bangun hari ini harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi NTB. Karena itu, kualitas dan keandalan tetap menjadi prioritas sampai proyek ini benar-benar siap beroperasi," tutup RDW.