Surya Saputra Tak Tidur 24 Jam demi Adegan Puncak Menang Untuk Kalah

Penulis: Uki Damayanti  •  Sabtu, 19 September 2026 | 22:16:31 WIB

NUSA TENGGARA BARAT — Surya Saputra menahan kantuk selama 24 jam penuh sebelum menjalani syuting adegan puncak film Menang Untuk Kalah. Permintaan itu datang langsung dari sutradara Hasto Broto yang ingin menangkap ekspresi wajah aktor senior tersebut tanpa bantuan riasan. Tantangan bertambah karena syuting bertepatan dengan momen kemenangan Persib yang membuat emosi Surya kian meledak-ledak.

Permintaan itu bukan tanpa alasan. Hasto ingin mendapatkan ekspresi wajah Surya yang benar-benar lelah dan hancur tanpa bantuan make up sama sekali.

Alasan Hasto Broto Tolak Riasan di Adegan Puncak

Hasto menjelaskan bahwa dirinya butuh ekspresi dan kondisi fisik yang autentik dari Surya. Riasan dianggapnya justru akan mengurangi kedalaman emosi yang ingin ia tangkap di layar.

"Karena saya butuh lebih kepada ekspresi, fisik, ada satu scene yang saya buat khusus untuk tidak tidur selama 24 jam. Saya bilang jangan tidur, karena saya butuh ekspresi dia tanpa make up," ujar Hasto Broto saat jumpa pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Sabtu (19/9).

Permintaan tersebut disampaikan Hasto sejak awal produksi. Surya pun menerima tantangan itu sebagai bagian dari proses pendalaman karakter.

Syuting Bertepatan dengan Kemenangan Persib

Menjalani syuting tanpa tidur seharian penuh bukan perkara mudah bagi Surya. Adegan yang harus ia lakoni menuntut ledakan emosi tinggi, sementara kondisi fisiknya sudah terkuras.

Situasi bertambah menantang karena hari itu bertepatan dengan kemenangan Persib Bandung, klub yang ia dukung. Surya mengaku harus menahan diri agar euforia di luar lokasi syuting tidak mengganggu fokusnya.

"Itu adegan puncak, saat lihat saya lagi marah marah dan hancur. Dan hari itu ekstra, karena Persib baru menang. Dan kita ketegarannya luar biasa. Dalam keadaan begitu, harus tetap jaga emosi," beber Surya Saputra.

Meski berat, proses syuting berjalan lancar berkat arahan tegas Hasto sejak awal. Surya menyebut arahan tersebut membantunya menjaga fokus meski tubuhnya sudah lelah.

"Untungnya pak Hasto dari awal memberikan ruang dan kasih arahan yang tegas. Jadi lancar sih," lanjutnya.

Makna Kata "Maaf" dalam Karakter Bima

Surya merangkum karakter Bima dalam satu kata: maaf. Menurutnya, kata itu merepresentasikan perjalanan seorang kepala keluarga yang berjuang dengan segala cara demi orang-orang yang dicintainya, meski terkadang caranya keliru.

"Maaf ini buat saya berarti kan ada kesalahan yang dia buat. Suatu permintaan maaf dan dimaafkan. Tapi bagimana kalo dia kembali membuat kesalahan. Apakah dimaafkan atau tidak. Ini adalah sebuah perjuangan laki laki untuk menghidupi keluarganya dengan cara apapun, meskipun terkadang caranya salah," tutur Surya.

Ia menambahkan bahwa keluarga harus dibangun di atas komunikasi jujur, bukan sekadar upaya menyelesaikan masalah seorang diri.

"Keluarga buat saya satu kesatuan ya. Kadang kita menghadapi masalah, tapi gimana kita komunikasikan dengan jujur dan dibicarakan. Nah di film ini, dia merasa bisa menyelesaikan semua. Karena merasa laki, ya menyelesaikan sendiri," ungkapnya.

Film Menang Untuk Kalah menempatkan Surya Saputra sebagai kepala keluarga yang menghadapi tekanan batin dan tanggung jawab besar. Pendekatan syuting tanpa tidur yang diterapkan Hasto Broto menjadi salah satu cara film ini mengejar kejujuran emosi di layar.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top