SUMBAWA BESAR — Gitta Liesbano menyampaikan permintaan itu kepada wartawan usai menerima keluhan warga soal minimnya informasi seputar kehadiran PT AMNT di wilayah mereka. Menurutnya, investasi tambang tembaga dan emas di Blok Elang adalah peluang yang perlu disambut baik, tetapi tidak boleh berjalan tanpa keterlibatan masyarakat lingkar tambang.
"Investasi itu kita terima dengan sangat baik. Cuma karena banyak tuntutan masyarakat, sehingga kita minta agar perusahaan bisa duduk bersama untuk kita bicarakan semuanya," kata Gitta.
Gitta menilai keterbukaan informasi penting agar warga tidak bergerak berdasarkan asumsi atau kabar yang belum jelas kebenarannya. Komunikasi yang baik dan transparan sejak awal, ujarnya, membuat masyarakat bisa mempersiapkan diri sesuai kebutuhan perusahaan.
"Yang penting itu komunikasi. Kita perlu tahu mereka mau apa, terkait tenaga kerja dan yang lainnya. Kalau kebutuhannya nanti seperti apa, masyarakat bisa mempersiapkan diri dari sekarang," tambahnya.
Politikus DPRD Sumbawa itu menyoroti pentingnya keterlibatan warga di wilayah lingkar tambang. Informasi perkembangan proyek, menurutnya, harus disampaikan secara berjenjang supaya dipahami masyarakat luas dan tidak berkembang menjadi spekulasi liar.
Gitta berharap PT AMNT memberikan gambaran lebih jelas soal tahapan proyek, termasuk kebutuhan tenaga kerja dan jenis kompetensi yang dibutuhkan. Dengan begitu, tenaga kerja lokal punya waktu cukup untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri.
"Kesiapan tenaga kerja lokal menjadi salah satu hal penting agar kehadiran investasi tidak hanya berjalan dari sisi proyek semata, tetapi bisa membuka ruang partisipasi dan manfaat ekonomi," tukasnya.
DPRD Kabupaten Sumbawa belum menyebut jadwal pertemuan lanjutan antara perusahaan, pemerintah daerah, dan perwakilan warga. Gitta hanya menegaskan bahwa dialog lintas pihak harus segera dibuka sebelum tahap konstruksi Blok Elang berjalan lebih jauh.