PRAYA — Volume kendaraan yang menuju Pertamina Mandalika International Circuit melonjak pada Minggu (11/10) seiring antusiasme penonton menyaksikan balapan final MotoGP Mandalika 2026. Arus lalu lintas di jalur utama menuju sirkuit terpantau padat merayap. Antrean kendaraan didominasi sepeda motor, bus mini, dan mobil pribadi.
Kepadatan terjadi di sejumlah titik krusial, mulai dari Bundaran Bandara Internasional Lombok (BIL), jalur bypass BIL, Bundaran Songgong, hingga akses menuju area parkir timur sirkuit. Lonjakan kendaraan membuat waktu tempuh penonton bertambah signifikan.
Seorang penonton asal Kota Mataram, Rizal Umami, mengaku membutuhkan waktu lebih dari satu setengah jam untuk mencapai sirkuit. Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 09.00 Wita dan baru tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 Wita.
"Mulai dari bandara sudah macet, masuk jalur bypass BIL juga mengular," katanya saat ditemui di lokasi, Minggu (11/10).
Menurut Rizal, Bundaran Songgong menjadi salah satu titik dengan kepadatan paling parah. Tingginya volume kendaraan pribadi yang bergerak menuju sirkuit membuat arus lalu lintas melambat.
Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Chairy Chalidyanto, mengatakan kepadatan yang terjadi bukan merupakan kemacetan total. Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh lonjakan kendaraan yang hendak menyaksikan balapan puncak MotoGP Mandalika.
"Bukan macet, tapi padat. Kepadatan terjadi karena volume kendaraan bertambah yang akan menuju ke sirkuit," jelasnya.
Selain lonjakan volume kendaraan, antrean juga diduga dipengaruhi oleh pemeriksaan ketat di pintu masuk sirkuit. Petugas melakukan pemindaian (scanning) stiker kendaraan untuk memastikan keabsahannya sekaligus mengantisipasi penggunaan stiker palsu seperti yang ditemukan pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
"Hari ini dilakukan pengetatan kendaraan yang masuk ke sirkuit. Ditambah ada scanner terkait stiker untuk menghindari stiker palsu seperti tahun kemarin," ungkap Chairy.
Dishub NTB bersama Dishub Lombok Tengah mengerahkan personel di sejumlah titik pengaturan dan penyekatan. Sedikitnya 100 personel disiagakan untuk membantu mengendalikan arus lalu lintas menuju kawasan sirkuit.
"Kalau kami dari Dishub NTB dan Lombok Tengah menerjunkan tidak kurang dari 100 orang yang tersebar di beberapa pos penyekatan," terangnya.
Dishub mengimbau para penonton dan pengguna jalan agar tetap mengikuti arahan petugas selama pengaturan lalu lintas berlangsung. Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat akibat kepadatan kendaraan tersebut.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya," tutup Chairy.
Padatnya arus kendaraan menjelang final race menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Pengaturan lalu lintas dan pemeriksaan kendaraan diharapkan tetap berjalan optimal agar akses menuju sirkuit dapat terkendali di tengah tingginya antusiasme penonton.