PRAYA — Joli Hariadi bukan nama yang muncul di layar timing Sirkuit Internasional Mandalika. Tapi selama tiga hari gelaran MotoGP Mandalika 2026, ia berdiri di antara personel yang menjaga satu hal yang jarang disorot kamera: pasokan listrik. Pria asal Lombok Tengah itu tergabung dalam tim pembangkit siaga kelistrikan yang menopang seluruh rangkaian acara.
Listrik yang dijaga bukan sekadar untuk lampu penerangan. Sistem komunikasi, fasilitas medis, pusat kendali, hingga area paddock bergantung pada pasokan yang tidak boleh putus. Jika satu titik padam, rangkaian acara internasional itu bisa terganggu.
Bagi Joli, bertugas di tanah kelahiran sendiri memberi makna berbeda. Ia menyebut keterlibatannya sebagai bentuk pembuktian bahwa tenaga lokal mampu mengambil peran penting di event berkelas dunia.
"Sebagai putra daerah, tentu ada kebanggaan tersendiri bisa terlibat langsung dalam menjaga keandalan listrik MotoGP Mandalika. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kami ingin membuktikan bahwa putra daerah juga mampu mengambil peran penting dalam menyukseskan ajang berkelas dunia," ujar Joli.
Pengalaman operasional selama gelaran MotoGP disebut Joli memperkaya kompetensinya sebagai insan PLN. Ia tidak hanya menjalankan tanggung jawab profesional, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap kelancaran acara yang membawa nama Mandalika ke panggung internasional.
PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara memegang peran sentral dalam kesiapsiagaan ini. Unit tersebut memastikan pembangkit penopang Sistem Kelistrikan Lombok tetap siap beroperasi selama event berlangsung.
Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, hadir langsung memimpin kesiapsiagaan kelistrikan. Menurutnya, keberhasilan menjaga pembangkit dan perangkat pendukung adalah bagian penting dari suksesnya penyelenggaraan event internasional.
"MotoGP Mandalika bukan hanya sebuah ajang olahraga, tetapi juga momentum bagi Indonesia untuk membuktikan kesiapan menjadi tuan rumah event berkelas dunia. PLN berhasil mendukung kebutuhan kelistrikan dari sisi pembangkitan secara menyeluruh, mulai dari keandalan pembangkit, kesiapan personel, hingga pemanfaatan teknologi untuk memperkuat pengendalian di lapangan," ujar Rizal.
Rizal menambahkan bahwa kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penentu. Keterlibatan tenaga kerja putra daerah dinilainya memberi nilai tambah bagi pengembangan kompetensi, sekaligus bekal menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks.
PLN UIK Dwipantara menyiagakan lebih dari 150 personel selama MotoGP Mandalika 2026. Mereka ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memantau kondisi pembangkit dan memastikan operasi berjalan optimal.
General Manager PLN UIK Dwipantara, Sujana, menegaskan bahwa keterlibatan putra daerah merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang kompeten dan profesional.
"Kami bangga karena di balik kesuksesan kelistrikan MotoGP Mandalika terdapat kontribusi putra-putra daerah yang bekerja dengan penuh dedikasi. Bagi kami, keberhasilan ini bukan hanya tentang menjaga pasokan listrik tetap andal, tetapi juga bagaimana memberikan ruang bagi talenta lokal untuk terus berkembang, mendapatkan pengalaman berharga, dan menunjukkan kemampuannya dalam mendukung event internasional," ungkap Sujana.
Rangkaian pengamanan kelistrikan MotoGP Mandalika 2026 menjadi contoh bagaimana event internasional dapat melibatkan tenaga kerja lokal secara langsung. Ketika ratusan ribu penonton menyaksikan balapan, ada puluhan petugas yang memastikan tidak ada satu pun fasilitas kehilangan daya.