Satpol PP Lombok Timur Amankan 23 Siswa SMA dan SMK Bolos Sekolah, Mayoritas Kepergok Main PlayStation di Rental

Penulis: Valdi Pratama  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:31:31 WIB
Satpol PP Lombok Timur mengamankan 23 siswa SMA dan SMK yang membolos sekolah.

SELONG — Penertiban berlangsung saat petugas Satpol PP Lombok Timur menjalankan patroli rutin. Belasan pelajar terjaring di lokasi berbeda, mulai dari tempat rental PlayStation hingga warung di pinggir pantai.

Sekretaris Satpol PP Lombok Timur, Muhammad Irwan Agus, menyebut penindakan dilakukan karena para siswa seharusnya berada di sekolah, bukan berkeliaran di luar. Menurutnya, sebagian dari mereka pergi dari rumah dengan alasan izin ke sekolah.

Berawal dari Izin ke Sekolah, Berakhir di Rental PlayStation

Irwan menjelaskan bahwa penertiban terhadap pelajar yang membolos bukan kali pertama dilakukan. Sehari sebelumnya, petugas juga mengamankan sejumlah pelajar yang kedapatan merokok di warung saat jam pelajaran.

Sejumlah pelajar lain kerap ditemukan berkumpul di warung-warung pinggir pantai ketika seharusnya mengikuti kegiatan belajar mengajar. Pola ini membuat Satpol PP memperluas sasaran patroli, tidak hanya pada malam hari.

"Inilah tugas teman-teman kami di Satpol PP mengamankan hal ini, supaya memberikan efek jera kepada anak-anak. Karena seharusnya dari rumah dia itu izin sama orang tua untuk ke sekolah, tapi kenyataannya ternyata anggota kami mengamankan mereka di tempat rental PlayStation," terang Irwan.

Didata dan Dibina Sebelum Dikembalikan ke Sekolah

Setelah diamankan, para pelajar dibawa ke kantor Satpol PP Lombok Timur. Petugas melakukan pendataan, lalu memberikan pembinaan agar mereka tidak mengulangi perbuatan serupa.

Pembinaan itu disebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran pelajar soal disiplin dan tanggung jawab sebagai siswa. Setelah proses pendataan selesai, mereka dikembalikan kepada pihak sekolah masing-masing.

"Kemarin juga ada anak-anak yang sedang merokok di warung di jam pelajaran, kami sudah amankan dan saat ini juga anak-anak SMA, SMK kami amankan. Dan sering juga kami lakukan pengamanan di jam sekolah, ada yang di pinggir pantai juga," imbuh Irwan.

Sosialisasi ke Sekolah Jadi Jalur Pencegahan

Selain menertibkan, Satpol PP Lombok Timur telah melaksanakan sosialisasi ke sejumlah sekolah. Materi sosialisasi mencakup pencegahan bolos sekolah, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta perilaku yang berpotensi merugikan masa depan pelajar.

"Kami kembalikan ke sekolahnya. Kami juga melakukan pembinaan, dan memang kami juga sudah melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah juga. Jadi gitu, kami melakukan pembinaan-pembinaan, sosialisasi kepada anak kaitannya dengan bolos sekolah, bagaimana menghindari penggunaan narkoba, dan segala macamnya," jelas Irwan.

Patroli Pagi sampai Malam, Lapak Remang-Remang Ikut Disasar

Irwan menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli untuk menjaga ketertiban umum. Patroli dilaksanakan sejak pagi hingga malam hari, dengan sasaran tidak hanya pelajar yang berkeliaran saat jam sekolah.

Lapak-lapak yang dinilai mengganggu ketertiban umum juga masuk dalam daftar pengawasan. Menurut Irwan, potensi gangguan ketertiban tidak hanya muncul pada malam hari, tetapi juga siang saat pelajar meninggalkan sekolah tanpa mengikuti pelajaran.

"Patroli tetap kami laksanakan dari pagi sampai malam malah patroli kami, tetap kami lakukan karena gangguan keamanan ini bukan hanya terjadi di malam hari saja. Pagi hari juga ada gangguan keamanan, dan ini salah satunya adalah anak sekolah yang bolos dan bagaimana penertiban lapak-lapak remang-remang juga," tandasnya.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: radarlombok.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top