LOMBOK TENGAH — Legislator Fraksi Partai Golkar itu menilai ketersediaan air bagi lahan pertanian belum merata di seluruh NTB, sehingga penambahan program sejenis dibutuhkan agar lahan yang ada bisa dimanfaatkan optimal. Ia menyampaikan hal tersebut melalui rilis yang disampaikan Parlementaria di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Peninjauan di Desa Panjisari menjadi dasar penilaiannya bahwa pembangunan saluran irigasi berdampak langsung pada petani setempat. Sari menyebut kebutuhan air yang terpenuhi akan menentukan apakah lahan bisa ditanami sepanjang tahun atau hanya sekali musim.
Dalam pandangan Sari, NTB memiliki posisi strategis dalam peta pangan nasional yang tidak bisa diabaikan. Lombok secara khusus disebutnya sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Karena itu, ia menegaskan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi perlu terus didorong. Tujuannya agar produksi pangan tetap terjaga dan lahan pertanian tidak terbengkalai akibat kekurangan air.
"Kita berharap pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian PU, bisa mengalokasikan lebih banyak lagi program-program sejenis untuk masyarakat Lombok pada khususnya dan masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat pada umumnya," ujar Sari melalui rilis yang disampaikan oleh Parlementaria di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Sari mengaitkan dorongan penambahan irigasi dengan target swasembada pangan yang masuk dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, target itu hanya bisa tercapai jika infrastruktur pendukung di daerah produsen pangan ikut diperkuat.
"Lombok adalah salah satu lumbung padi nasional. Dengan penambahan alokasi anggaran untuk program-program seperti ini, kita berharap swasembada pangan yang menjadi salah satu program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dapat segera terwujud," katanya.
Sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTB II, Sari menilai pembangunan irigasi bukan sekadar penyediaan air untuk sawah. Ia menyebutnya sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan produksi pangan dan kesejahteraan petani.
Dirinya memastikan akan terus mendorong agar kebutuhan infrastruktur pertanian masyarakat NTB mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan nasional. Dengan tambahan dukungan program irigasi, ia berharap semakin banyak lahan pertanian yang memperoleh layanan air memadai.
Harapan itu bermuara pada satu hal: memperkuat peran NTB sebagai daerah penyangga pangan nasional sekaligus menopang pendapatan petani di Lombok dan sekitarnya.