GIRI MENANG — Rombongan Pemkab Lombok Barat tiba di Pondok Pesantren Qamarul Huda untuk memberi penghormatan terakhir kepada almarhum TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin. Wabup Hj. Nurul Adha tampak menitikkan air mata saat berada di antara ribuan pelayat.
Kehadiran Wabup bukan sekadar kunjungan institusi. Hubungan keluarga besar Nurul Adha dengan almarhum disebut menjadi alasan tersendiri mengapa kepergian Tuan Guru Bagu terasa begitu berat bagi jajaran Pemkab Lobar.
Pj. Sekda Lobar H. Saeful Ahkam menyebut almarhum sebagai tokoh penting yang pengaruhnya melampaui batas daerah. Posisinya di kalangan Nahdlatul Ulama dinilai sebagai tokoh sepuh dan tokoh langitan.
"Beliau sosok penting di Nusa Tenggara Barat ini. Tidak saja di kalangan NU, di mana beliau menjadi tokoh sepuh, tokoh langitan di kalangan NU," kata Ahkam.
Bagi Pemkab Lobar, almarhum ditempatkan sebagai tokoh nasional dan guru bangsa. Kehilangan ini, menurut Ahkam, dirasakan bukan hanya oleh warga Lombok Barat, tetapi juga masyarakat NTB secara luas.
Ahkam mengaku pernah mengabdi cukup lama di yayasan milik almarhum sebagai dosen. Pengalaman itu membuatnya merasakan kehilangan secara personal, bukan hanya dalam kapasitas jabatan.
"Apalagi kemudian saya, saya alhamdulillah sempat mengabadi lama sekali di yayasan beliau selaku dosen. Jadi kami sangat-sangat kehilangan," ujar dia.
Wabup bersama jajaran datang untuk mendoakan almarhum agar husnulkhatimah. Doa itu disampaikan langsung di hadapan keluarga besar pondok pesantren.
Pemkab Lobar menilai perjuangan almarhum tidak akan terputus. Apa yang dilakukan Tuan Guru Bagu semasa hidup disebut akan terus mengalir sebagai amal jariyah melalui para murid dan penerusnya.
Pengabdian almarhum, menurut Ahkam, tidak terbatas pada kalangan Nahdiyin. Perjuangan agama dan prinsip keadilan yang diajarkannya menyebar ke masyarakat luas.
"Kami secara personal maupun institusi sangat bersuka dengan Kehilangan beliau, dan kita tempatkan beliau sebagai guru kita semua," pungkasnya.
Takziah Wabup bersama Pj. Sekda dan para kepala OPD menjadi bentuk penghormatan resmi Pemkab Lobar. Ribuan jemaah yang hadir di rumah duka menunjukkan besarnya kedudukan almarhum di tengah masyarakat NTB.