Rachel Chinouriri Rilis Album "I Think I Spoke Too Soon", Hasil Autopsi Diri

Penulis: Uki Damayanti  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:02:01 WIB
Penyanyi asal Inggris Rachel Chinouriri merilis album studio keduanya, "I Think I Spoke Too Soon".

NUSA TENGGARA BARAT — Penyanyi-penulis lagu asal Inggris Rachel Chinouriri resmi merilis album studio keduanya, "I Think I Spoke Too Soon", yang lahir dari proses refleksi soal kesadaran diri dan berhenti minum alkohol. Album ini menjadi kelanjutan dari debutnya pada 2024, "What a Devastating Turn of Events", yang mengangkat namanya di kancah musik global. Dalam wawancara dengan Variety, perempuan 27 tahun itu menyebut pengerjaan album ini seperti melakukan autopsi terhadap dirinya sendiri.

Rachel Chinouriri memulai pengerjaan "I Think I Spoke Too Soon" dengan cara yang tidak biasa. Ia mengambil selembar kertas besar dan menuliskan berbagai tema serta pengalaman yang membentuk dirinya selama beberapa tahun terakhir. "Kami punya banyak judul lagu, tapi belum ada lagunya," ujarnya kepada Variety lewat Zoom beberapa hari sebelum album dirilis. "Aku melihat sebuah gambaran, tapi pandanganku buram."

Pendekatan itu membuahkan album konsep yang disaring lewat lensa malam kelam di kota. Lagu pertama yang ia tulis, "The Good Fight", menjadi semacam tesis album: dreamy, bertabur perkusi, dengan lirik soal minum-minum untuk menumpulkan kesepian. "Do you like the way you can't remember yesterday?" begitu ia menyanyikan bagian itu.

Berhenti Minum Alkohol Usai Menulis "The Good Fight"

Menulis lagu tersebut membuat Chinouriri sadar bahwa ia perlu berhenti mengonsumsi alkohol. Ia mulai menelusuri pola destruktif dan lingkaran toksik dari kebiasaan minum sampai mabuk. "Itu seperti melakukan autopsi terhadap diriku sendiri sambil menjalaninya," kata perempuan kelahiran 1998 itu.

Di "Broken Chair", bagian tengah album yang bernada ceria, ia mengenang betapa buruk kondisi saat itu ketika ia tertatih pulang setelah jam tutup bar. "She's throwin' up into a gutter, it's getting really hard to love her," demikian petikan liriknya.

"Aku membedah versi diriku sebelum usia 26, antara 22 dan 26, dan bertanya, siapa dia sebenarnya?" ujarnya. "Aku benci muntah. Sudah berapa kali aku duduk di lantai dan muntah di jalanan London. Syukurlah tidak ada rekaman diriku."

Sentuhan Synth ala Madonna dan Donna Summer

Meski temanya gelap, "I Think I Spoke Too Soon" menghadirkan kesan musikal yang lebih ringan. Chinouriri mengaku terinspirasi Madonna dan Donna Summer, menciptakan kontras antara menangis dan berdansa di klub. Singel utama "One Song Away From Crying" bergenre synth pop era 80-an yang berkilau seperti pantulan cahaya di bola disko.

"Aku datang dari keluarga imigran di Inggris yang melewati banyak masa bertahan hidup," katanya. "Mereka menghadapi hal-hal yang dalam dan sedih lewat tawa atau musik. Itu tercermin di musikku: kita akan berdansa melewati ini, tapi aku akan menceritakan hal paling sedih dalam tiga menit."

Hubungan Dekat dengan Penggemar

Selama beberapa tahun terakhir, Chinouriri membangun basis penggemar yang merasa terhubung dengan gaya penulisan lagunya yang jujur. Saat menggelar tur "Events" di Los Angeles tahun lalu, ia mengajak penonton mengatakan cinta kepada orang di sebelah mereka atau memejamkan mata membayangkan tempat yang damai.

Ia mengaku pernah mengelola akun penggemar Coldplay di Twitter sebelum menjadi penyanyi. Kebiasaan berpendapat di ruang online itu masih berlanjut. Awal bulan ini, ia menegur seorang pengguna X yang mengunggah video merobek posternya hanya karena poster itu berada di sebelah poster Adéla.

"Kalau aku berjalan di jalan dan melihat seseorang merobek apa pun, bukan hanya poster, aku akan bilang, kamu bukan orang yang baik," tuturnya. "Daripada mengabaikannya dan membiarkan orang melakukan perundungan siber terhadapku, aku akan mengakuinya."

Langkah Chinouriri menolak saran humas untuk diam menunjukkan bagaimana ia mengelola citra publiknya di industri musik yang serba cepat. Album "I Think I Spoke Too Soon" kini tersedia di platform streaming, menandai babak baru kariernya setelah debut yang mengangkat namanya secara global.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: variety.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top