MATARAM — Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar menyebut keempat pesawat itu disiapkan PT Abadi Mega Angkutan Nusantara atau Aman Air, maskapai yang akan bekerja sama dengan Pemprov NTB. Menurut Ervan, armada tersebut diharapkan menjadi kado ulang tahun bagi provinsi itu.
"Ada empat ya pesawatnya. Mudahan ini menjadi kado ulang tahun NTB," ujar Ervan di Mataram, Selasa (20/10/2026).
Pemprov NTB masih berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melengkapi persyaratan operasional. Satu tahapan yang belum tuntas adalah izin dari Kementerian PU terkait pemanfaatan kawasan Bendungan Batujai.
"Izinnya belum dari Kementerian PU, masih menunggu. Sedang berproses," kata Ervan.
Selain Batujai, Pantai Sire di Kabupaten Lombok Utara masuk dalam rencana jaringan penerbangan pesawat amfibi. Pengurusan izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) untuk kawasan itu juga masih berlangsung.
Bendungan Batujai direncanakan menjadi waterbase, pangkalan pesawat yang memakai permukaan air untuk lepas landas dan mendarat. Lokasi itu akan dihubungkan dengan Bandara Internasional Lombok agar wisatawan bisa melanjutkan perjalanan menuju destinasi kepulauan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal sebelumnya menyampaikan nota kesepahaman persiapan pengembangan Batujai sebagai pangkalan pesawat amfibi telah disepakati bersama Kementerian Perhubungan pada Februari 2026. Kesepakatan itu tetap harus diikuti pemenuhan ketentuan teknis penerbangan.
Rencana pengoperasian pesawat amfibi di Batujai beberapa kali mengalami pergeseran target. Pada Juni lalu, Pemprov NTB berharap penerbangan sudah berjalan sekitar akhir Juli atau awal Agustus 2026, dengan pengurusan izin dilakukan bersamaan untuk titik operasional di NTB dan Bali.
Hingga September, persiapan belum rampung. Selain perizinan, kondisi dermaga dan pemenuhan prosedur keselamatan masih menjadi perhatian. Pemprov NTB juga menyiapkan perjanjian kerja sama pembangunan dermaga di Bendungan Batujai dengan melibatkan Kementerian PU.
Pengembangan pesawat amfibi menjadi bagian upaya Pemprov NTB mempermudah perjalanan wisatawan antardestinasi. Dalam pertemuan dengan delegasi media dan pelaku perjalanan dari Uni Emirat Arab pada 15 Oktober 2026, Iqbal menawarkan rencana konektivitas tersebut untuk mendukung pariwisata berkualitas.
Gili Trawangan dan Pulau Moyo termasuk kawasan yang disebut dalam rencana pengembangan titik pendaratan. Melalui jaringan itu, wisatawan diharapkan bisa melanjutkan perjalanan dari bandara menuju pulau tujuan dengan lebih mudah.
Untuk Batujai, pendaratan perdana pada Desember masih menjadi target pemerintah daerah. Realisasinya bergantung pada penyelesaian izin serta kesiapan fasilitas dan persyaratan operasional penerbangan.