NUSA TENGGARA BARAT — Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa tidak berubah pada 22 Oktober 2026, dengan Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Pertamax Rp15.950 per liter. Tarif tersebut bertahan sejak penyesuaian terakhir 2 September 2026 dan berlaku di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, serta Jawa Timur. Di luar Jawa, harga Pertamax bervariasi mulai Rp14.950 hingga Rp16.650 per liter tergantung wilayah distribusi.
PT Pertamina (Persero) belum menyesuaikan harga jual bahan bakar minyak di wilayah Pulau Jawa hingga 22 Oktober 2026. Angka yang berlaku masih mengacu pada penetapan 2 September 2026, sehingga tidak ada perubahan yang perlu diantisipasi konsumen di wilayah tersebut.
Wilayah yang dimaksud meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Harga di luar daftar itu bisa berbeda karena mengikuti struktur biaya distribusi masing-masing daerah.
Pertalite dijual Rp10.000 per liter di seluruh wilayah yang tercatat dalam daftar. Pertamax dipasarkan Rp15.950 per liter untuk kawasan Jawa, Bali, NTB, dan NTT.
Varian di atasnya, Pertamax Turbo, berada di Rp19.600 per liter untuk wilayah yang sama. Pertamax Green 95 hanya tercatat di Jawa dengan harga Rp19.150 per liter.
Untuk kelompok diesel, Pertamina Dex dipasarkan Rp25.200 per liter dan Dexlite Rp23.700 per liter di Jawa, Bali, NTB, serta NTT. Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Harga Pertamax di Sumatera Utara dan Aceh tercatat Rp16.300 per liter, sementara Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau lebih tinggi di Rp16.650 per liter. Pertamax Turbo di ketiga provinsi terakhir mencapai Rp20.450 per liter.
Kawasan FTZ Sabang menjadi yang termurah untuk Pertamax dengan Rp14.950 per liter, disusul FTZ Batam Rp15.150 per liter. Keduanya juga menawarkan Dexlite lebih murah, masing-masing Rp22.150 dan Rp22.500 per liter.
Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung memakai tarif setara Sumatera Utara, dengan Pertamax Rp16.300 per liter dan Dexlite Rp24.200 per liter.
Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, dan Timur menetapkan Pertamax Rp16.300 per liter. Kalimantan Utara lebih tinggi, yakni Rp16.650 per liter untuk Pertamax dan Rp20.450 per liter untuk Pertamax Turbo.
Seluruh wilayah Sulawesi memakai harga Pertamax Rp16.300 per liter, Pertamax Turbo Rp20.000 per liter, dan Dexlite Rp24.200 per liter. Biosolar subsidi di semua provinsi tersebut tetap Rp6.800 per liter.
Maluku dan Maluku Utara tidak mencantumkan Pertamax Turbo dalam daftar, dengan Pertamax Rp16.300 per liter dan Dexlite Rp24.200 per liter. Papua dan Papua Barat memakai tarif Pertamax yang sama.
Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah juga menetapkan Pertamax Rp16.300 per liter tanpa Pertamax Turbo. Khusus NTT, tersedia Biosolar Non-Subsidi seharga Rp23.600 per liter di luar Biosolar subsidi.
Seluruh harga di atas berlaku per 19 Oktober 2026 untuk wilayah luar Jawa dan dapat berubah mengikuti kebijakan penyesuaian Pertamina. Konsumen disarankan mengecek harga di SPBU setempat sebelum mengisi bahan bakar.