Harga Sembako di KDMP Mataram Lebih Murah dari Pasar, Warganet Debat Nasib Pedagang Tradisional

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Sabtu, 24 Oktober 2026 | 14:31:01 WIB
Rak KDMP menampilkan sejumlah produk kebutuhan rumah tangga dengan label harga yang relatif terjangkau.

MATARAM — Unggahan akun Threads @siwiajaaaaaaasih pada Sabtu, 24 Oktober 2026, memperlihatkan deretan produk kebutuhan rumah tangga di rak KDMP dengan label harga yang relatif terjangkau. Pemilik akun menyebut harga di koperasi desa itu bisa berada di bawah harga di sasetnya.

Dari foto yang dibagikan, bumbu instan merek Racik dijual Rp850 per bungkus. Margarin Palmia ukuran 200 gram dibanderol Rp6.400, dan sabun cuci piring Kilau Nipis kemasan pouch dijual Rp4.000.

Minyak goreng merek Fortune kemasan dua liter tercatat dijual seharga Rp40.800 di koperasi tersebut. Angka itu menjadi salah satu pemicu perdebatan di kolom komentar.

Pedagang Pasar Konvensional Merasa Kalah Bersaing

Sejumlah warganet menilai skema harga di KDMP memberatkan pedagang pasar tradisional. Pasalnya, pedagang kecil membeli barang modal dengan harga lebih tinggi, sementara koperasi desa menjual dengan harga di bawah pasaran.

Pemilik akun @siwiajaaaaaaasih mengeluhkan kondisi persaingan harga yang dinilainya tidak seimbang bagi pedagang kecil.

"Apakabar para pedagang market biasa inii. Harga jual mereka = harga beli penjual market biasa. Mau nangisin tapu ini Indonesia. Sakit tak berdarah. Bersaing dengan pajak sendiri," tulisnya.

Warganet lain, @squirrel_chunji, menyoroti harga minyak goreng di pasaran yang dinilainya sudah mendekati Rp50 ribu. Ia mempertanyakan bagaimana KDMP bisa menjual minyak goreng jauh lebih murah.

"Kok bisa minyak goreng Rp40 ribu. Padahal kan udah hampir Rp50 ribu," tulis akun tersebut.

Pemilik utas kemudian membagikan perbandingan harga di ritel modern. Menurutnya, harga di Indogrosir berada di kisaran Rp41.700 dan itu pun karena sedang promo.

Sebagian Warganet Sebut Respons Publik Serba Salah

Perdebatan mengenai harga di KDMP juga memancing pandangan lain. Sebagian masyarakat menilai tanggapan publik cenderung serba salah dalam merespons dinamika harga bahan pokok.

"Dikasih murah komen, dikasih mahal komen. Netizen memang enggak ada syukurnya," tulis akun @ervinjrlalu.

Pandangan senada datang dari @singgihsetiadi5 yang menyebut respons publik terlalu mudah menjatuhkan sesuatu. Sementara @acrylichitam menilai ada kontradiksi dalam sikap masyarakat saat menghadapi perubahan harga.

"Giliran di kasih kopdes murah protes. Kalau sembako mahal demo binunnyaa," tulis akun tersebut.

Dua Kepentingan yang Saling Bersinggungan

Dinamika harga di KDMP menyentuh dua kepentingan yang saling bersinggungan. Di satu sisi, koperasi desa dimaksudkan meningkatkan daya beli masyarakat desa melalui harga barang yang lebih murah.

Di sisi lain, ekosistem pedagang pasar tradisional perlu dilindungi agar tidak tergerus persaingan harga. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pengelola KDMP maupun pemerintah daerah terkait perdebatan tersebut.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top