Pencarian

Ilmuwan Unram Perkenalkan Si DuL-AMPIC, Alat Deteksi DNA Babi dan Anjing Sekali Uji

Jumat, 25 September 2026 • 07:01:02 WIB
Ilmuwan Unram Perkenalkan Si DuL-AMPIC, Alat Deteksi DNA Babi dan Anjing Sekali Uji
Prof. Sulaiman Depamede memperkenalkan Si DuL-AMPIC kepada anggota KWT Putri Rinjani Sejahtera di Sembalun.

SEMBALUN — Si DuL-AMPIC merupakan singkatan dari Sistem Deteksi Dua Bahan Nonhalal berbasis Loop-mediated Isothermal Amplification–Immunochromatography. Tim pengabdian masyarakat yang diketuai Prof. Sulaiman Depamede ini melibatkan Prof. Made Sriasih, Dr. Wayan Wariata, dan Dr. Anwar Rosyidi, serta sejumlah mahasiswa Fakultas Peternakan Unram.

Mereka menggandeng KWT Putri Rinjani Sejahtera yang diketuai Syae'un, S.Pd.I., sebagai mitra. Sedikitnya 12 anggota kelompok yang bergerak di bidang kuliner, olahan daging, dan oleh-oleh mengikuti sosialisasi alat tersebut.

Mengenali Sidik Jari DNA Babi dan Anjing

Setiap makhluk hidup memiliki karakteristik DNA yang berbeda, termasuk sapi, kambing, ayam, kerbau, babi, dan anjing. Si DuL-AMPIC memanfaatkan perbedaan itu untuk mengenali keberadaan DNA babi atau anjing dalam bahan pangan.

"Alat ini bekerja dengan mengenali sidik jari khas babi dan anjing, lalu memperbanyaknya hingga cukup banyak untuk terdeteksi," kata Sulaiman.

Kedua jenis cemaran tersebut dapat diperiksa bersamaan dalam satu kali pengujian. Hasilnya juga mampu membedakan DNA babi dan anjing dari bahan pangan lain seperti ayam, sapi, kambing, atau kerbau.

Hasil Uji Dibaca Seperti Test Pack Kehamilan

Pembacaan hasil tidak memerlukan mesin mahal maupun keahlian laboratorium khusus. Hasil pengujian muncul sebagai garis pada strip kecil, mirip cara membaca test pack kehamilan.

Satu garis menandakan proses pengujian berjalan baik, sementara garis lain muncul jika bahan nonhalal terdeteksi. Pengguna bisa mengamati hasilnya langsung dengan mata.

Kemudahan itu menjadi pertimbangan utama bagi pelaku usaha kecil di Sembalun. Sebagian besar peserta terlibat langsung dalam usaha warung makan, olahan daging, hingga produk oleh-oleh khas daerah.

Antusiasme Peserta dan Relevansi bagi Kawasan Wisata

Peserta menyampaikan sejumlah pertanyaan, mulai dari mekanisme kerja alat hingga cara memastikan bahan baku dari pemasok tetap aman. Bagi pelaku kuliner di kawasan wisata Sembalun, jaminan bahan baku menjadi faktor penting karena produk mereka dikonsumsi wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Tim Unram berharap hasil penelitian ini tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat dimanfaatkan masyarakat luas. Si DuL-AMPIC diharapkan turut mendukung pengawasan pangan halal di NTB.

"Sebab pada akhirnya, halal bukan hanya label di kemasan, melainkan rasa aman di setiap suapan," ujar Sulaiman.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radarlombok.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks