NUSA TENGGARA BARAT — Tim Badminton Indonesia tak punya waktu lama untuk merayakan medali Asian Games. Sejumlah pemain utama harus langsung bersiap menjalani tur Eropa yang dimulai 13 Oktober, hanya beberapa hari setelah tiba di Tanah Air pada Kamis (1/10) malam.
Rombongan bulu tangkis Indonesia mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (1/10) malam. Jadwal padat menanti: keberangkatan ke Eropa sudah dijadwalkan Jumat (9/10) pekan depan, menyisakan hanya beberapa hari untuk latihan dan pemulihan kondisi.
Konsekuensinya, para pemain harus mengatur ulang program latihan mereka dalam waktu singkat. Persiapan fisik dan adaptasi lapangan yang biasanya butuh waktu lebih panjang kini harus dipadatkan.
Jonatan Christie hingga Leo/Daniel Masuk Skuad Tur Eropa
Lini utama pemain Indonesia dipastikan turun di rangkaian turnamen Eropa. Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Moh Zaki Ubaidillah mengisi sektor tunggal putra, sementara Putri Kusuma Wardani menjadi andalan di tunggal putri.
Peraih medali emas Asian Games, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, ikut serta dengan modal kepercayaan diri tinggi. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, yang membawa pulang perunggu, juga kembali memburu gelar juara di level BWF Tour.
Amri/Nita Jadi Sorotan Usai Perak Asian Games
Penampilan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah masuk daftar tunggu. Pasangan ini merebut medali perak Asian Games, hanya sebulan setelah meraih perunggu Kejuaraan Dunia. Konsistensi mereka di dua ajang bergengsi itu membuat publik berharap level permainan serupa muncul di tur Eropa.
Dejan/Felisha Debut di Level Atas dengan Modal Persiapan Lebih Panjang
Ada satu nama baru yang menarik perhatian: pasangan Dejan Ferdinansyah/Felisha Pasaribu. Keduanya langsung diuji kualitasnya di level atas BWF Tour.
Berbeda dengan pemain lain yang tampil di Asian Games, Dejan/Felisha tidak berlaga di Jepang. Artinya, mereka punya waktu persiapan lebih panjang untuk menghadapi tur Eropa.
Jadwal Tur Eropa: Denmark Open, French Open, Hylo Open
Rangkaian tur Eropa dibuka Denmark Open pada 13-18 Oktober. Turnamen berlanjut ke French Open (20-25 Oktober) dan ditutup Hylo Open (27 Oktober-1 November).
Tiga turnamen beruntun dalam rentang tiga pekan menjadi ujian kebugaran sekaligus konsistensi bagi skuad Indonesia. Rotasi pemain dan manajemen beban latihan akan jadi kunci menjaga performa di setiap babak.