Pencarian

Homestay Desa Kembang Kuning Lombok Timur Tembus 100 Kamar, Berawal dari Pemuda Pulang Kampung

Senin, 12 Oktober 2026 • 09:32:02 WIB
Homestay Desa Kembang Kuning Lombok Timur Tembus 100 Kamar, Berawal dari Pemuda Pulang Kampung
Sekretaris Desa Kembang Kuning, Sun'aini, menyampaikan perkembangan homestay desa kepada wartawan.

LOMBOK TIMUR — Sekretaris Desa Kembang Kuning, Sun'aini, menyebut pertumbuhan homestay bermula sekitar 2004–2005. Para pemuda yang sebelumnya bekerja di Tetebatu melihat kegiatan wisata cukup menjanjikan, lalu kembali dan membangun penginapan sendiri.

"Dulu ada sekitar tiga homestay. Teman-teman yang sekarang menjadi pengelola desa wisata ini sebelumnya bekerja di Tetebatu. Mereka melihat hasil kegiatan wisata cukup menjanjikan, lalu pulang dan mulai membangun homestay," kata Sun'aini, Senin, 12 Oktober 2026.

Seiring waktu, jumlah penginapan bertambah mengikuti peningkatan pendapatan pelaku usaha. Kini lebih dari 100 kamar tersedia bagi wisatawan yang datang ke desa di kaki Rinjani itu.

Kemampuan Bahasa Inggris Jadi Modal Jangkau Turis Mancanegara

Kemampuan berbahasa Inggris pelaku usaha menjadi kunci menjangkau wisatawan mancanegara. Hingga kini, tamu yang menginap di Kembang Kuning datang dari berbagai negara.

"Macam-macam negara yang menjadi sasaran teman-teman. Kalau wisatawan lokal agak kurang, karena nilai jual yang disasar teman-teman itu dolar," ujar Sun'aini.

Orientasi pasar mancanegara itu membuat homestay Kembang Kuning relatif tahan terhadap naik-turunnya kunjungan wisatawan domestik. Pelaku usaha memasarkan sendiri-sendiri, dengan strategi berbeda satu sama lain.

Aktivitas Harian Warga Dikemas Jadi Paket Wisata

Penginapan bukan satu-satunya sumber ekonomi. Pelaku wisata mengemas kegiatan sehari-hari warga menjadi paket yang dijual ke tamu, mulai dari pengolahan minyak kelapa, pengolahan kopi, hingga aktivitas pertanian di sawah.

Konsep itu membuka peluang penghasilan bagi warga di luar pengelola homestay. Mereka bisa terlibat langsung dan mendapat manfaat dari kunjungan wisatawan.

"Apapun kegiatan masyarakat yang unik, teman-teman pariwisata berusaha menjadikannya paket wisata. Mulai dari pengolahan minyak kelapa, kopi, sampai kegiatan masyarakat di sawah," kata Sun'aini.

Dari Satu Kamar Jadi Lima, dari Motor Jadi Mobil

Sun'aini menilai pertumbuhan pariwisata berdampak pada peningkatan ekonomi warga. Sejumlah pelaku usaha mampu memperluas penginapan dan menambah kepemilikan aset.

"Dulu teman-teman punya satu kamar, sekarang bisa punya lima kamar. Dulu punya satu motor, sekarang sudah punya mobil," katanya.

Sektor ini juga membantu menekan pengangguran. Sejumlah pemuda kini punya aktivitas ekonomi melalui usaha penginapan dan kegiatan wisata.

Pemdes Siapkan Pelatihan untuk Pelaku Wisata

Pemerintah Desa Kembang Kuning berencana mendukung pelaku wisata lewat pelatihan. Program itu diharapkan menunjang kegiatan pariwisata yang semakin ramai.

"Kami mengadakan pelatihan-pelatihan yang sekiranya bisa menunjang kegiatan teman-teman di pariwisata," ujar Sun'aini.

Jumlah kunjungan wisatawan dilaporkan terus meningkat dari tahun ke tahun. Pemdes berharap pertumbuhan itu membuka lebih banyak peluang kerja, sehingga manfaat ekonomi pariwisata dirasakan lebih luas oleh warga Kembang Kuning.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ntbsatu.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks