Pencarian

Taman Kuliner Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM dan Energi Surya

Selasa, 13 Oktober 2026 • 12:04:31 WIB
Taman Kuliner Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM dan Energi Surya
Taman kuliner di Embung Doho, Wonogiri, menampung tiga UMKM lokal yang menjajakan bakso, cilok, dan makanan instan.

NUSA TENGGARA BARAT — Embung Doho di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, kini memiliki taman kuliner bagi tiga UMKM lokal yang sebelumnya berjualan di sekitar kawasan. Fasilitas ini berdiri di embung seluas 1,5 hektare yang dibangun pada 2017 dan mengairi sawah 21 hektare. Panel surya anyar turut menggerakkan pompa air serta operasional taman kuliner.

Pengunjung yang datang sore hari ke Embung Doho biasanya langsung menuju tepi air untuk berfoto atau berlari santai. Sejak beberapa waktu terakhir, ada tujuan baru di sudut kawasan: deretan lapak kuliner yang ditata lebih rapi. Tiga UMKM lokal menempati area itu, menjajakan bakso, cilok, hingga aneka makanan instan.

Penataan ini mengubah cara pedagang bekerja. Sebelumnya mereka berjualan berpencar di sekitar embung, kini lokasi mereka lebih mudah ditemukan pengunjung. Harga bakso dibanderol Rp 10 ribu per porsi.

Dari Foto-Foto ke Bumi Perkemahan

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Doho, Sudarmin, menuturkan kawasan itu awalnya bukan direncanakan sebagai tempat wisata. Pengunjung datang sendiri setelah melihat suasana alamnya.

"Awalnya orang hanya datang untuk foto-foto, tapi pariwisata di sini berkembang. Setiap hari, terutama sore hari, orang datang untuk jogging. Kawasan ini juga sekarang dipakai sebagai bumi perkemahan. Sudah ada beberapa sekolah yang berkemah di sini," kata Sudarmin saat ditemui di lokasi.

Pada hari yang cerah, Gunung Lawu terlihat dari kawasan embung. Pemandangan itu menjadi salah satu daya tarik yang membuat pengunjung betah berlama-lama.

Panel Surya Baru untuk Pompa dan Taman Kuliner

Coca-Cola Foundation Indonesia memfasilitasi pemasangan empat unit panel surya berkapasitas masing-masing 585 watt peak (Wp), dengan total kapasitas puncak 2.340 Wp. Panel berproduksi optimal pada pukul 10.00 hingga 14.00 WIB.

Teknologi ini lebih efisien dibanding sistem sebelumnya yang memakai delapan panel. Jumlah panel lebih sedikit, tetapi daya listrik yang dihasilkan setara. Energi surya menggerakkan pompa untuk mengalirkan air ke lahan sawah seluas 21 hektare yang digarap lebih dari 300 petani.

Pengelola sebelumnya harus membeli pulsa listrik untuk menjalankan mesin pompa. Dengan panel surya, biaya operasional itu bisa ditekan.

Ketua Pelaksana Coca-Cola Foundation Indonesia, Triyono Prijosoesilo, menjelaskan instalasi di titik pertama menggerakkan pompa yang mengalirkan air dari embung ke kebun dan persawahan warga. Instalasi di titik kedua menyuplai energi untuk operasional Taman Kuliner Doho.

"Embung ini tidak hanya memberikan manfaat melalui ketersediaan air bagi pertanian dan perkebunan di sekitarnya, tapi juga membuka peluang ekonomi lain bagi masyarakat," kata Triyono di kesempatan yang sama.

Air Hujan hingga Limbah Ikut Dikelola

Selain panel surya, pengelolaan sumber daya air mencakup penampungan dan penyaringan air hujan untuk kebutuhan nonkonsumsi. Ada pula pengelolaan air limbah guna mendukung efisiensi penggunaan air. Inisiatif ini menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang memperhatikan keberlanjutan.

Embung Doho dibangun pada 2017 melalui dukungan The Coca-Cola Foundation bersama Yayasan Obor Tani. Perannya kian terasa saat musim kemarau, ketika pasokan air tak mencukupi kebutuhan seluruh lahan.

Manfaat bagi Petani dan Warga Desa

Kepala Desa Doho, Agus Suhartono, menilai embung sebagai aset penting bagi masyarakat, terutama saat menghadapi kekeringan. Pompa tenaga surya membantu memenuhi kebutuhan pengairan, sedangkan pusat kuliner memberi ruang bagi warga mengembangkan usaha.

Dalam sambutan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno yang dibacakan Joko Purwidyatmo, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Wonogiri, pembangunan embung seluas 1,5 hektare di Desa Doho disebut bermanfaat bagi irigasi dan pariwisata. Setyo berpesan agar warga merawat fasilitas yang tersedia supaya manfaatnya berkelanjutan.

Triyono menambahkan, pihaknya memantau dampak program secara berkala. Hasil pemantauan itu menjadi bahan pertimbangan untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan menentukan bentuk dukungan lanjutan, seperti yang dilakukan di Embung Doho.

Bagi traveler yang melintas di Wonogiri, Embung Doho bisa jadi singgah sore yang santai: duduk di tepi air, mencicipi bakso hangat, lalu menunggu Gunung Lawu muncul di kejauhan saat cuaca cerah.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks