Pencarian

Kebakaran Sade: 45 Rumah Adat Mulai Dibangun Gotong Royong, Rekonstruksi Ditarget Tuntas Akhir Desember 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 • 12:01:01 WIB
Kebakaran Sade: 45 Rumah Adat Mulai Dibangun Gotong Royong, Rekonstruksi Ditarget Tuntas Akhir Desember 2026
Asisten II Setda NTB H. Lalu Mohamad Faozal meninjau perkembangan rekonstruksi rumah adat Sade pada Sabtu (17/10/2026).

LOMBOK TENGAH — Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB, H. Lalu Mohamad Faozal, meninjau langsung perkembangan rekonstruksi di Sade pada Sabtu (17/10/2026). Berdasarkan pembaruan lapangan per 15 Oktober 2026, sekitar 45 rumah adat telah mulai dibangun secara bertahap dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Pembangunan fasilitas bersama seperti masjid dan museum juga masuk dalam tahap pengerjaan.

Faozal menyebut percepatan pembangunan harus berjalan seiring penyediaan infrastruktur pendukung. Air bersih, sanitasi, pengelolaan lingkungan, dan pencegahan kebakaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari rekonstruksi.

Satgas Dibentuk Lewat Keputusan Gubernur NTB

Pemerintah Provinsi NTB membentuk Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Dusun Adat Sade melalui Keputusan Gubernur NTB Nomor 100.3.3.1-400 Tahun 2026 tertanggal 26 Agustus 2026. Satgas mengoordinasikan kebutuhan pembangunan, penataan kawasan, pemulihan sosial dan ekonomi, pelestarian budaya, serta pengelolaan bantuan.

Sejak kebakaran terjadi, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri bergerak mengoordinasikan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak. Koordinasi melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, tokoh adat, dan warga setempat.

Diawali Tradisi Nyemulak pada 3 September 2026

Pembangunan kembali resmi dimulai pada Kamis, 3 September 2026, melalui tradisi Nyemulak yang ditandai pemasangan tiang pertama rumah adat dan Masjid Sade. Prosesi digelar berdasarkan musyawarah warga Dusun Sade dan dihadiri Gubernur NTB serta Bupati Lombok Tengah.

Tradisi itu menjadi penanda dimulainya pembangunan kembali kawasan adat dengan tetap menghormati nilai, tata cara, dan identitas budaya masyarakat setempat. Karakter arsitektur rumah adat serta keselamatan penghuni menjadi perhatian dalam setiap tahap pekerjaan.

Dukungan Kementerian hingga Ekosistem Mandalika

Kementerian Kebudayaan memberikan perhatian terhadap rekonstruksi rumah adat dan penataan kawasan. Kementerian Pariwisata mendukung pemulihan penghidupan masyarakat melalui bantuan peralatan usaha bagi pelaku UMKM, perajin tenun, dan pengrajin non-tenun.

Di tingkat daerah, Pemprov NTB bersinergi dengan Pemkab Lombok Tengah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, dan warga. ITDC mengoordinasikan dukungan BUMN dan ekosistem Mandalika, sementara sejumlah perusahaan, lembaga, komunitas, perguruan tinggi, dan donatur turut berkontribusi melalui bantuan pembangunan, peralatan rekonstruksi, bantuan sosial, serta pemulihan kegiatan ekonomi.

Verifikasi kebutuhan dan perkembangan pekerjaan dilakukan agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Kebutuhan lanjutan tetap dipetakan sesuai kondisi setiap bangunan dan keluarga terdampak.

Target Akhir Desember 2026

Faozal menegaskan pemulihan Sade bukan sekadar membangun kembali bangunan yang terbakar. Kehidupan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan warisan budaya menjadi bagian yang harus pulih bersamaan.

"Pemulihan Sade bukan semata-mata membangun kembali bangunan yang terbakar. Kita ingin kehidupan masyarakat kembali pulih, aktivitas ekonomi bergerak, dan warisan budaya tetap terjaga. Karena itu, seluruh dukungan harus dikelola secara terpadu agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujar Faozal.

Ia menyebut semangat gotong royong warga Sade sebagai modal besar untuk bangkit. Pemerintah bersama seluruh mitra akan mengawal kebutuhan rekonstruksi hingga tuntas.

"Semangat gotong royong yang tumbuh di Sade adalah modal besar untuk bangkit. Pemerintah bersama seluruh mitra akan terus memperkuat koordinasi dan mengawal kebutuhan rekonstruksi. Harapan kita, pada akhir Desember 2026, seluruh pekerjaan yang direncanakan dapat dituntaskan sehingga masyarakat kembali menjalani kehidupan dengan aman, kegiatan ekonomi pulih, dan identitas budaya Sade tetap lestari," tutup Faozal.

Follow kliklombok.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: globalfmlombok.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks