LOMBOK TIMUR — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, meresmikan RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (17/5/2026). Peresmian ini menambah daftar rumah sakit milik Muhammadiyah di NTB menjadi tiga unit.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan bahwa keberadaan rumah sakit tidak boleh berhenti pada fungsi kuratif semata. “Ini tidak sebatas membangun layanan kesehatan masyarakat, tapi juga membangun budaya hidup sehat di masyarakat itu yang penting,” ujarnya.
Menurut Mu’ti, masyarakat yang sehat menjadi fondasi lahirnya generasi kuat dan berkualitas. Hal ini, kata dia, selaras dengan misi pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia nasional.
RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur merupakan rumah sakit tipe D yang terintegrasi dengan Universitas Muhammadiyah Mataram. Fungsinya tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran UMMAT.
Manajemen rumah sakit menargetkan operasional penuh seluruh layanan kesehatan dimulai pada Oktober 2026. Saat ini proses persiapan masih berjalan untuk memenuhi standar operasional rumah sakit pendidikan.
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, menyambut positif peresmian rumah sakit ini. Ia optimistis fasilitas tersebut akan berkembang dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. “Dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat di sekitar rumah sakit sini, khususnya Kecamatan Sikur,” katanya.
Dengan diresmikannya RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur, jaringan rumah sakit Muhammadiyah di NTB kini mencakup tiga titik: RS PKU Muhammadiyah Bima, RS Abdul Malik Fadjar PKU Muhammadiyah Sumbawa, dan RS UMMAT PKU Muhammadiyah Lombok Timur.
Keberadaan tiga rumah sakit ini diharapkan memperluas akses layanan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pendidikan tenaga medis di wilayah NTB. Langkah ini juga memperkuat peran Muhammadiyah dalam pelayanan publik di Indonesia timur.