NUSA TENGGARA BARAT — Dell secara resmi memperkenalkan XPS 13 terbaru di ajang Computex 2026, sekaligus menandai kembalinya branding XPS yang sempat dihapus beberapa tahun lalu. Perangkat ini langsung diposisikan sebagai pesaing berat MacBook Neo, dengan klaim unggul di hampir semua aspek—dari bobot, layar, hingga port yang digunakan.
Dell membekali XPS 13 2026 dengan layar 13,4 inci beresolusi tinggi dan refresh rate 120Hz. Angka ini dua kali lipat dari MacBook Neo yang masih 60Hz, membuat scrolling dan animasi terasa jauh lebih responsif. Meski ukuran layar lebih besar, dimensi fisik laptop ini justru lebih ringkas berkat bezel yang sangat tipis.
Perubahan signifikan juga terjadi pada keyboard. Dell akhirnya beralih dari desain zero-lattice yang rapat ke islanded keys—tombol dengan jarak antar-keyboard yang jelas. Ini membuat pengalaman mengetik lebih nyaman dan mengurangi risiko salah tekan, terutama bagi pengguna yang sering mengetik dokumen panjang.
XPS 13 2026 hadir dalam dua pilihan warna: Storm dan Sky. Warna Sky sendiri tampil lebih keabu-abuan dibandingkan varian Sky tahun 2022. Untuk pasar global, harga perdana dibuka di USD 699 (sekitar Rp 11,5 juta) untuk konfigurasi Intel Wildcat Lake, RAM 8 GB, dan SSD 512 GB. Dell juga mengonfirmasi akan ada varian 256 GB di kemudian hari, namun enggan menyebutkan harga pastinya—indikasi kuat bahwa perusahaan ingin fokus menjual model yang sudah tersedia saat ini.
Bagi pengguna yang menginginkan performa lebih tinggi, Dell menyediakan opsi prosesor Intel Panther Lake dengan RAM hingga 32 GB. Seluruh varian tetap mempertahankan konstruksi aluminium premium yang menjadi ciri khas lini XPS.
Dell tidak main-main dalam persaingan ini. Di booth Computex, perusahaan menempatkan MacBook Neo bersebelahan dengan XPS 13 sebagai perbandingan langsung. Perbedaan paling mencolok ada di bobot: XPS 13 hanya 2,2 pon—setengah pon lebih ringan dari MacBook Neo. Dari segi port, Dell unggul karena MacBook Neo masih menggunakan satu port USB Type-C dengan standar USB 2.0, konsekuensi dari penggunaan chipset ponsel Apple.
Namun, perlu dicatat bahwa Dell harus mengorbankan beberapa spesifikasi kelas atas—seperti chip Wildcat Lake dan RAM 8 GB—untuk mencapai harga entry-level. Meski begitu, build quality tetap terjaga: semua aluminium, bezel tipis, dan nuansa premium tidak dikompromikan.
Laptop ini paling cocok untuk pengguna Windows yang menginginkan perangkat ringan, layar mulus, dan desain premium tanpa harus merogoh kocek lebih dari Rp 12 juta. Jika Anda pengguna MacBook Neo yang penasaran dengan ekosistem Windows, XPS 13 2026 menawarkan alasan kuat untuk beralih—mulai dari bobot yang lebih ringan hingga layar yang lebih responsif. Namun, jika kebutuhan Anda adalah performa maksimal untuk rendering atau coding berat, varian dengan RAM 8 GB mungkin kurang memadai; pertimbangkan opsi Panther Lake dengan RAM 32 GB.