Global Bond Danantara Oversubscribed 4,6 Kali Lipat, Rosan Sebut Peminat Capai Rp72 Triliun

Penulis: Wendra Kusuma  •  Senin, 15 Juni 2026 | 18:12:02 WIB
PT Danantara berhasil menarik minat investor global dengan kelebihan permintaan obligasi 4,6 kali lipat.

NUSA TENGGARA BARAT — PT Daya Anagata Nusantara atau Danantara mencatatkan kelebihan permintaan hingga 4,6 kali lipat dalam penerbitan global bond perdananya. Total pesanan yang masuk mencapai 4,6 miliar dolar AS, sementara target awal penawaran hanya 1 miliar dolar AS atau setara Rp26,72 triliun. Angka ini menjadi indikator awal minat investor asing terhadap institusi investasi anyar bentukan pemerintah itu.

Roadshow ke Empat Pusat Keuangan Global

Untuk menjaring minat tersebut, Danantara menggelar rangkaian pertemuan dengan investor di Hong Kong, Singapura, serta sejumlah kota di Amerika Serikat dan Eropa sejak awal Juni. CEO Danantara Rosan Roeslani memimpin langsung delegasi saat menyambangi New York untuk bertemu dengan para pemodal besar.

“Kami melakukan roadshow untuk pertama kalinya dalam rangka menerbitkan global bond dari Danantara dengan rencana awal penawaran kurang lebih sebesar 1 miliar dolar AS. Dari rencana 1 miliar dolar yang ingin dicapai, book building yang masuk itu kurang lebih 4,6 miliar dolar,” ujar Rosan dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Peringkat Kredit Setara Sovereign Jadi Kunci

Transformasi Danantara sebagai lembaga investasi pengelola aset negara mulai mendapat pengakuan dari komunitas finansial global. Menurut Rosan, langkah penerbitan obligasi ini dilakukan segera setelah perusahaan mengantongi penilaian kredit yang setara dengan peringkat utang negara atau sovereign rating Indonesia. Status itu menjadi jaminan bagi investor bahwa risiko gagal bayar Danantara setara dengan risiko negara.

Dampak bagi Pasar Modal dan Kredibilitas Danantara

Keberhasilan ini menjadi uji coba pertama bagi Danantara untuk mengakses pendanaan dari pasar modal internasional. Dengan dana yang masuk melebihi target, Danantara memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan jumlah penerbitan final serta struktur imbal hasil obligasi. Oversubscribed yang tinggi juga memperkuat posisi tawar institusi tersebut dalam penerbitan surat utang di masa mendatang.

Analis menilai langkah ini sekaligus menjadi sinyal bagi investor domestik bahwa instrumen investasi yang dikelola negara masih diminati di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, keberlanjutan kepercayaan ini akan sangat tergantung pada transparansi pengelolaan dana dan realisasi imbal hasil yang dijanjikan kepada pemegang obligasi.

Langkah Selanjutnya: Finalisasi Penawaran dan Pencatatan

Setelah masa book building ditutup, Danantara akan menentukan harga final obligasi dan mengumumkan jadwal pencatatan di bursa efek internasional. Pemerintah belum merinci alokasi dana yang akan dihimpun, namun diperkirakan akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Danantara guna mendukung proyek-proyek investasi strategis nasional. Proses ini akan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator pasar modal.

Reporter: Wendra Kusuma
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top