NUSA TENGGARA BARAT — IEES 2026 merupakan pameran dagang sektor strategis yang mempertemukan perusahaan konstruksi, pertambangan, energi, hingga manajemen kebencanaan. OIKN memanfaatkan momen ini untuk memperkuat keterhubungan pembangunan Ibu Kota Nusantara dengan ekosistem industri nasional.
Fokus Pembangunan: Menuju Ibu Kota Politik 2028
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengatakan partisipasi dalam pameran ini adalah komitmen membuka ruang komunikasi dan edukasi kepada publik. “Kami ingin memberikan edukasi bahwa pembangunan Nusantara terus berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan,” ujarnya.
Troy merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 sebagai landasan percepatan pembangunan. Saat ini, OIKN memfokuskan pengembangan kawasan legislatif dan yudikatif sebagai persiapan menuju status Ibu Kota Politik pada tahun 2028.
Antusiasme Pengunjung dan Peluang Investasi
Booth OIKN menarik ribuan pengunjung yang hadir dalam pameran yang diikuti lebih dari 100 perusahaan tersebut. Salah seorang pengunjung, Bob, mengaku tertarik melihat langsung perkembangan Nusantara setelah menyaksikan visual yang ditampilkan. “Nusantara terlihat sangat cantik, modern, dan memiliki konsep pembangunan yang menarik,” katanya.
Melalui pameran ini, OIKN tidak hanya menyebarkan informasi visi pembangunan Nusantara, tetapi juga memaparkan peluang investasi dan pengembangan kawasan yang tersedia. OIKN berharap kolaborasi dengan dunia usaha semakin kuat untuk mendukung terwujudnya ibu kota masa depan Indonesia.
Strategi Pemasaran di Tengah Kritik Progres IKN
Kehadiran OIKN di IEES 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat dan pelaku usaha mengenai perkembangan IKN di tengah sorotan publik terhadap progres pembangunan. Pameran ini digelar bersamaan dengan pameran industri lainnya di Kalimantan, menjadikannya ajang strategis untuk membangun jejaring bisnis.
Dengan pendekatan langsung ke ekosistem industri, OIKN mencoba membuktikan bahwa pembangunan Nusantara tidak berhenti pada seremonial, melainkan berjalan beriringan dengan kebutuhan pasar dan investasi nasional.