LOMBOK TIMUR — Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Sinta Agathia, menegaskan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menyebut sinergi antara pemerintah, kader PKK, dunia usaha, dan masyarakat menjadi syarat mutlak untuk menghadirkan perubahan nyata, terutama dalam menyelesaikan persoalan sosial dan memperkuat ekonomi keluarga.
“Desa Berdaya tidak lahir dari kerja satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, PKK, kader, dunia usaha, dan masyarakat agar mampu menghadirkan perubahan nyata,” ujarnya saat kegiatan di Bale Sangkep Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Senin lalu.
TP-PKK Provinsi NTB menyiapkan pendampingan, monitoring, dan evaluasi berkelanjutan terhadap Desa Sakra sebagai pilot project. Hasil dari pendekatan kolaboratif ini ditargetkan mulai terlihat pada akhir tahun 2026 dan dapat direplikasi di wilayah lain di NTB.
Seusai pembukaan, rombongan meninjau sejumlah program unggulan yang menjadi fondasi pengembangan desa. Lokasi yang dikunjungi meliputi Kebun Terpadu untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, pusat pengembangan koperasi desa, serta Posyandu Mawar Putih yang berfokus pada penurunan stunting dan pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Timur, Hj. Ra’yal Ain Warisin, menyoroti perkembangan UMKM dan koperasi di Desa Sakra yang dinilai sudah cukup baik. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal.
“Yang harus terus dibangun adalah kepercayaan. Jangan sampai anggota hanya siap meminjam, tetapi enggan memenuhi kewajibannya. Modal utama koperasi adalah kepercayaan. Jika itu dijaga, koperasi akan tumbuh sehat dan mampu menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kepala Desa Sakra, Lalu Achmad N.Y., mengapresiasi pemilihan desanya sebagai lokasi kegiatan terpadu tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan TP-PKK memberikan semangat baru bagi warganya untuk terus mengembangkan potensi lokal.
“Respons masyarakat sangat positif. Sinergi antara pemerintah desa, kader PKK, kader posyandu, dan kelompok perempuan terus kami perkuat agar masyarakat semakin produktif dengan memanfaatkan potensi dan kearifan lokal yang dimiliki,” ujarnya.
Ia berharap pendampingan dari TP-PKK Provinsi dan Kabupaten dapat terus berlanjut agar Desa Sakra benar-benar menjadi contoh nyata desa berdaya yang mampu menginspirasi daerah lain di Nusa Tenggara Barat.