JAKARTA — Pemerintah memulai langkah konkret meratakan akses pendidikan berkualitas melalui Program Sekolah Garuda. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Stella Christie, Ph.D., menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan jawaban atas ketimpangan yang selama ini membatasi talenta berbakat di daerah.
"Bapak Presiden melihat bahwa talenta unggul Indonesia sebenarnya tersebar sangat luas dari Sabang sampai Merauke. Namun, kesempatan mereka untuk mengenyam pendidikan yang berkualitas tinggi masih sangat terbatas. Untuk itulah Sekolah Garuda ini diciptakan," ujar Stella.
Program ini berjalan melalui dua skema utama. Pertama, Sekolah Garuda Baru yang membangun infrastruktur dari nol di wilayah dengan akses pendidikan terbatas. Empat sekolah tahap awal akan beroperasi di Belitung Timur (Bangka Belitung), Bulungan (Kalimantan Utara), Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur), dan Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara). Pemerintah menargetkan total 20 sekolah baru rampung pada 2029.
Kedua, Sekolah Garuda Transformasi. Skema ini mengoptimalkan SMA unggul yang sudah ada tanpa mengubah komposisi guru, kurikulum, maupun sistem penerimaan murid. Hingga 2026, sebanyak 42 sekolah dan madrasah telah terpilih untuk bertransformasi, dengan target akumulatif 80 sekolah pada 2029.
Pemerintah telah menyaring 307 siswa berprestasi tinggi dari berbagai latar belakang ekonomi melalui seleksi ketat. Seluruh siswa terpilih mendapat beasiswa penuh, termasuk biaya pendidikan dan tempat tinggal di asrama.
Dampak nyata dari optimalisasi ini sudah terlihat. Angka penerimaan lulusan di Top 100 World Universities meningkat signifikan sebesar 167% hanya dalam kurun waktu satu tahun.
Agar talenta terbaik bangsa terus lahir tanpa hambatan finansial, pemerintah mengamankan skema pembiayaan khusus. Program ini memiliki Dana Abadi yang menjamin keberlangsungan operasional jangka panjang.
"Investasi negara pada Sekolah Garuda ini akan terus berkelanjutan. Program ini memiliki Dana Abadi yang menjamin keberlangsungan operasionalnya ke depan, sehingga apa pun latar belakang ekonomi anak-anak berbakat kita, mereka punya kesempatan yang sama untuk maju. Kami mohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat," tutup Stella.