NUSA TENGGARA BARAT — Indonesia kembali masuk dalam kalender MotoGP dunia untuk tahun kelima berturut-turut. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC selaku penyelenggara, bersama operator sirkuit MGPA, terus mematangkan persiapan agar standar internasional dari Dorna Sports dan FIM terpenuhi.
Dampak ekonomi dari gelaran ini sudah terasa nyata. Lebih dari 600 UMKM lokal tercatat terlibat dalam ekosistem event dan destinasi The Mandalika. Sementara itu, sekitar 3.000 tenaga kerja terserap di berbagai sektor pendukung, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga kuliner.
Angka tersebut menunjukkan bahwa MotoGP bukan sekadar tontonan. Kehadiran pembalap dan kru dari seluruh dunia membuka pasar bagi produk ekonomi kreatif, seni budaya, dan layanan pariwisata lokal untuk dikenal di tingkat global.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Warokka, menegaskan bahwa keberhasilan event ini adalah hasil sinergi banyak pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, sponsor, komunitas motor, hingga masyarakat lokal disebut sebagai fondasi utama.
"Setiap seri MotoGP memiliki karakteristiknya sendiri. Mandalika unik karena memadukan balapan paling bergengsi dengan keindahan destinasi pariwisata Indonesia," ujar Troy dalam keterangan resmi. Ia menambahkan, persiapan difokuskan pada aspek keselamatan, keamanan, manajemen pengunjung, hingga pengalaman pelanggan.
Kepercayaan dunia terhadap Indonesia sebagai tuan rumah tidak datang tiba-tiba. Pada penyelenggaraan 2025 lalu, Pertamina Grand Prix of Indonesia berhasil menarik 140.324 penonton. Capaian itu menjadikannya salah satu event olahraga terbesar di Tanah Air.
ITDC dan MGPA kini menindaklanjuti berbagai evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya. Program peningkatan kualitas operasional tidak hanya menyasar area sirkuit, tetapi seluruh kawasan The Mandalika. Fokus utama meliputi crowd management, transport management, kebersihan, dan customer experience.
Lebih dari sekadar balapan tahunan, MotoGP Mandalika dirancang untuk membangun warisan jangka panjang. Troy menyebut event ini mendorong lahirnya talenta baru dan pelaku industri yang tumbuh bersama ekosistem motorsport dan pariwisata nasional.
"Kami terus berkoordinasi untuk memastikan penyelenggaraan tahun ini berjalan optimal dan memberikan pengalaman terbaik bagi semua pihak," pungkasnya.