Dua Jamaah Haji NTB Meninggal di Tanah Suci, 389 Kloter 12 Tiba di Lombok dengan Sejumlah Temuan Kesehatan

Penulis: Valdi Pratama  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 15:45:01 WIB
Kloter 12 jemaah haji NTB tiba di Debarkasi Lombok dengan 389 orang dari 393 yang berangkat.

MATARAM — Proses pemulangan jemaah haji asal Nusa Tenggara Barat (NTB) terus berlangsung. Kloter 12 yang terdiri dari jemaah asal Lombok Tengah dan Lombok Timur tiba di Debarkasi Lombok, Senin (16/6/2026) malam. Dari total 393 jemaah yang berangkat, hanya 389 orang yang kembali ke tanah air.

Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, Herman Nugraha, menjelaskan penyebab berkurangnya jumlah jemaah tersebut. “Dua jemaah meninggal dunia di Arab Saudi, satu jemaah mutasi ke kloter lain, dan satu jemaah masih tertunda kepulangannya karena sakit,” ujarnya.

Hasil Pemeriksaan Kesehatan: 28 Jemaah Butuh Pemantauan

Dari hasil pemeriksaan kesehatan di Debarkasi Lombok, sebanyak 361 jemaah dinyatakan dalam kategori sehat. Namun, 28 orang lainnya memerlukan pemantauan kesehatan lebih lanjut. Selama proses debarkasi, tercatat sembilan kunjungan ke poliklinik.

Dua jemaah diketahui mengalami suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius. Satu di antaranya menjalani observasi, sementara satu orang lainnya dirujuk untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Skrining Penyakit: Negatif COVID-19, Dua Jemaah Jalani RDT

Petugas juga melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap dua jemaah dengan hasil negatif. Selain itu, empat jemaah mengikuti skrining tuberkulosis (TB). Herman memastikan tidak ditemukan kasus penyakit menular maupun spesimen yang memerlukan pemeriksaan laboratorium lanjutan.

“Dari aspek kekarantinaan dan sanitasi, seluruh persyaratan kesehatan terpenuhi. Pesawat, asrama haji, katering, serta armada bus operasional telah memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan,” kata Herman.

Pengawasan Berlanjut untuk Cegah Penyebaran Penyakit

BKK Kelas I Mataram terus melakukan pengawasan kesehatan terhadap jemaah yang tiba. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses debarkasi berlangsung aman dan mencegah potensi penyebaran penyakit dari luar negeri. Hingga kedatangan Kloter 12, tidak ada laporan lonjakan kasus menular yang memerlukan penanganan khusus.

Reporter: Valdi Pratama
Sumber: hariannusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top